SEMAR, Berempat Makin Kompak

SEMAR : Dari kiri ke kanan, Ame, Agus, Harry, Ogi

SEMAR : Dari kiri ke kanan, Ame, Agus, Harry, Ogi

PERGANTIAN personel sudah galib dalam grup music di manapun. Terlebih lagi untuk band-band indie yang memang rentan dengan masalah ini. Semar, salah satu band yang besar di berbagai ajang lomba dalam dua tahun terakhir, merasakan sekali bagaimana susahnya menghadapi pergantian personel.

Awalnya, grup yang terbentuk 2009 ini sudah solid dengan formasi minimalis, Agus (gitar, vocal), Ragil (bass), dan Ame (drum). Namun awal 2011, karena sesuatu dan lain hal, Ragil mengundurkan diri. Walau berat bagi Agus dan Ame melepaskan personel yang dirasa sudah menyatu dengan Semar ini, mereka harus berusaha untuk tetap eksis dengan segera mencari pengganti. Beruntung, mereka bisa menggaet, Harry, bassist yang juga punya kemampuan bermain bagus dan cepat bisa menyesuaikan diri dengan grup.

Justru saat Semar sedang bangkit kembali, dan merampungkan demo album berjudul “Love Story”, Ame sang drummer mengundurkan diri. Beban berat juga bagi Agus dan Harry untuk segera menemukan pengganti saat mereka sedang menghadapi beberapa jadwal main juga ikut kompetisi. Terpaksa dalam beberapa penampilan terakhir, mereka menggunakan additional drummer, salah satunya D’fat dari grup Neofelist. Menariknya, untuk memperkuat penampilan, Semar juga menambah gitaris, Ogi.

Kepada Bali Music Magazine, Agus sempat mengaku berat juga kalau Semar ke depannya harus tergantung pada additional player. Sementara sederet mimpi untuk makin membesarkan grup ini terus membayangi. Namun Agus tak perlu khawatir berlama-lama, karena ternyata Ame, drummer Semar yang sempat mengundurkan diri, menyatakan kembali bergabung. “Akhirnya pemain drum kami kembali,” ujar Agus lega.Lain dari itu, Semar juga sepakat merombak formasi. Ogi yang semula jadi additional player, resmi digaet sebagai personel keempat Semar. Menariknya, ia bertukar posisi dengan Harry, bassist Semar. “Sebetulnya Harry memang dasarnya main gitar, namun ketika kami ditinggal bassist, Harry masuk mengisi posisi itu. Sebaliknya, Ogi awalnya memang pemain bass. Jadi sekarang kembali ke pegangan masing-masing,” jelas Agus.

Semar Band dikenal selain musikalitas personelnya yang mantap, juga kemampuan dari Agus, pioner grup ini dalam menggarap lagu dan mengaransemen musik. Gelar juara pun tak luput dari Semar saat unjuk kebolehan di berbagai ajang festival. Salah satunya runner-up Indie Music Festival VI yang digelar Bali Music Magazine tahun 2010, juga finalis sekaligus unggulan juara Indie Music Festival VII 2011. Sayang di saat final, Semar yang dijagokan dewan juri berhalangan tampil sehingga kesempatan menyabet best of the best terpaksa dilepaskan. Kini dengan formasi berempat, Semar makin kompak, dan berharap bisa lebih baik dan lebih sukses lagi ke depannya. ***