Nanang Mekaplar, Doktor Penyanyi Lagu Berbahasa Nusa Penida

Nanang2
Nanang Mekaplar

PENYANYI lagu berbahasa Bali dari kabupaten Klungkung sudah banyak bermunculan. Namun yang membawakan lagu berbahasa Bali dialek Nusa Penida, mungkin baru ini satu-satunya. Namanya unik, Nanang Mekaplar. Belum lama, penyanyi asli kelahiran Nusa ini merilis album keduanyayang diberi judul “Gending Nusa Penida”. “Album kedua ini saya produksi untuk mengisi kekosongan lagu berbahasa Nusa Penida yang memang belum ada yang memproduksinya,” jelas Nanang Mekaplar kepada mybalimusic.com

Berbeda dengan album pertama yang memuat lagu-lagu format karaoke dan diedarkan dalam bentuk bentuk kepicng VCD bahkan dibagikan secara gratis ke seluruh daerah di Indonesia, album kedua diproduksi dalam bentuk cakram DVD dengan format audio MP3 agar memudahkan penggemar memutar di mobil dan media musik lainnya. Ada 11 lagu yang terangkum di album ini, seperti “Babar Mekaplar”, “Kola Demen Eda”, “Potet Kiyal Manyal”, “Gending-gendingan”, “Bocah”, “De Mekrocokan”, “Truna Lacur”, “De Kanti Ngesap”, “Lutung Meraos Bojog”, “Mae Megending”, dan “Tare Bales Ngerinyih”.

Jika kemudian penyanyi bernama asli I Ketut Sudiarta ini begitu bersemangat menyanyikan dan merekam lagu berbahasa Nusa Penida, yang jelas menurutnya bukanlah untuk mencari keuntungan. “Ini semata-mata untuk memperkenalkan raos Nusa Penida ke khalayak sekaligus mempromosikan Pulau Nusa Penida melalui video klip dengan keindahan spot wisata di daerah ini,” jelasnya.

Bagi Nanang Mekaplar, mencipta dan menyanyikan Gending Nusa Penida secara indie dan mandiri tanpa sponsor atau bergantung dengan produser dari satu rumah produksi, tulus karena kecintaan dan kebanggaan akan pulau kelahiran tercinta, meskipun saat ini ia tak tinggal di Nusa Penida. Meski demikian, karena keseriusan mempromosikan Nusa Penida melalui media sosial, akhirnya banyak anak muda Nusa Penida yang ikut bergabung dan mendukung penggarapan video klip di dua album rekamannya.

Nanang Mekaplar juga termasuk satu dari sedikit penyanyi Bali yang berpendidikan di atas sarjana. Ya, pria kelahiran banjar Ampel, desa Pejukutan, Nusa Penida ini sudah menyandang gelar Doktor Ilmu Sosial dari Universitas Merdeka, Malang. Dibesarkan di daerah transmigrasi Sebamban, Kalimantan Selatan, saat ini ia berstatus PNS di STAHN Palangkaraya. Begitu pula ia aktif di bidang pengadaan barang jasa pemerintah dan saat ini sebagai Ketua DPD Ikatan Ahli Pengadaan Indonesia Provinsi Kalimantan Tengah.

Memiliki nama lengkap Dr. I Ketut Sudiarta, S.Sos,MAP, namun di media sosial ia lebih dikenal sebagai Nanang Mekaplar. Kata mekaplar sendiri dalam bahasa Bali bersinonim dengan mecedar. Kata mekaplar ini dicomot dari satu lirik lagu pertama pada “Ledok-ledok”, lalah mekaplar yang berarti pedasnya luar biasa, di atas normal atau cetar. Kegemaran akan musik disalurkannya di tengah-tenah kesibukan bekerja. Tidak pernah belajar ilmu musik secara formal, semua dilakoni termasuk menciptakan lagu secara otodidak saja. (231)

Nanang1

About the author