PICA Fest 2017 Makin Greget

Picaaa

Panitia PICA Fest 2017 bersama salah satu pengisi acara, Lolot n’ Band

ACARA festival clothing tahunan, Paradise Island Clothing Association (PICA) Fest makin greget saja. Memasuki gelaran keempat di tahun 2017, ada banyak perkembangan menarik yang kian menambah bobot acara yang digagas anak muda pelaku industri kreatif ini. Seperti biasa, tak hanya menjadi ajang jual baju kaos, acara ini juga menampilkan stand kuliner, stand beragam komunitas, dan tentu saja panggung hiburan.

Jika tiga kali gelaran sebelumnya dilangsungkan tiga hari, kali ini berlangsung empat hari, mulai 2 hingga 5 Maret mendatang di halaman parkir GOR Ngurah Rai, Denpasar. Sesi acara makin menarik dengan sesi sharing tentang industri kreatif yang menampilkan Windu dari Mangsi Coffee. Panggung hiburan yang disediakan juga tak hanya menampung kreativitas musik band indie maupun band lagu Bali, namun juga menampilkan lawakan daerah dari trio Celekontong Mas. Sementara dari enam bintang tamu dari Jakarta dan Bandung, ada satu nama yang “istimewa” di hari terakhir, penampilan orkes moral Pengantar Minum Racun (PMR).

“Ya ini sebagai salah satu bentuk untuk memperluas segmen acara, jadi pengunjung bisa makin menjangkau banyak kalangan,” jelas Yudis dari panitia PICA Fest 2017 saat temu wartawan di Mangsi Coffee, Denpasar, Senin (27/2).

Dijelaskan, selama empat hari acara yang dibuka mulai pukul 10.00 wita, akan ada 60 brand clothing lokal Bali, belasan stand kuliner, sejumlah komunitas, 15 band dari Bali – di antaranya Lolot n Band, Joni Agung & Double T., , Navicula, Scared Of Bums, Devildice, Dialog Dini Hari– dan enam band bintang tamu. Dengan berbagai suguhan menarik yang ditawarkan acara ini, tak berlebihan jika panitia mentargetkan pengunjung sekitar 20 ribu orang tiap hari. Bandingkan dengan gelaran 2014 total pengunjung mencapai 20.245 orang. Jumlah ini meningkay menjadi 34.830 pengunjung di tahun 2015 dan 58.384 pengunjung di tahun 2016.

“Kalau dilihat dari tahun ke tahun, jumlah tenda atau booth yang kita buka untuk brand clothing yang mau ikut terus bertambah. Tapi tahun ini kami tidak bisa menambah brand, tetap 60 brand saja, mengingat keterbatasan tempat. Namun demikian jumlah tenda bertambah dari yang sebelumnya 92 tenda, tahun ini menjadi 108 tenda karena ada yang menambah tenda. Jadi akan terasa makin padat,” tambah Yudis.

Menurut Febri, humas panitia, PICA Fest 2017 mengambil tema legenda rakyat yaitu Jatayu. Jatayu sendiri ialah tokoh protagonis dari wiracarita Ramayana, putra Aruna dan keponakan garuda. “Seperti tahun-tahun sebelumnya masih mengambil tema legenda rakyat, namun semangat dari Jatayu ini yang ingin PICA Fest bagi kepada para pengunjung yang hadir agar terus semangat dan jangan menyerah dengan hal-hal positif yang dikerjakan,” demikian Febri.

Ditambahkan pelan tapi PICA Fest menjadi ajang pembuktian akan eksistemsi industri clothing Bali. Dari sini pula kemudian bersinergi dan saling mendukung dengan skena musik, otomotif, juga seni gambar tubuh atau tattoo dan lainnya. (231)

Picaa

Gelaran PICA Fest 2016 lalu, padat pengunjung