17 Tahun Berlalu, Crotochip Angkat “Trompet Berkarat”

CC1

Crotochip, dari kiri ke kanan : Agung, Adi, Ogix, Made Budi Sartika (Bobby)

DALAM catatan sejarah perjalanan musik indie di Bali, nama Crotochip termasuk salah satu ‘pionir’ khususnya di jalur ska. Ketika band indie Bali baru mulai muncul dan sedang menggeliat di awal 2000, mereka sudah berkarya dan merilis satu album dalam format pita kaset. Seiring kesibukan personelnya yang kemudian besar di band lain seperti SID, Lolot, nama Crotochip tersimpan dengan rapi. Barulah kini setelah 17 tahun berlalu, Crotochip muncul kembali.

Bertempat di Volvet eater & coffee, Denpasar, Sabtu (4/2) Crotochip memperkenalkan album baru, album kedua, yang diberi judul “Trompet Berkarat”. Namun dari personel pendukung, grup ini membawa semangat baru dengan formasi baru. Dari formasi lama hanya tersisa Made Budi Sartika atau lebih dikenal dengan nama Bobby sebagai vokalis. Bobby pula yang menjadi penggerak untuk membangkitkan kembali, mengangkat kembali musik ska bersama Crotochip.

Kepada mybalimusic.com, Bobby yang juga dikenal sebagai pentolan SID membantah jika bangkitnya Crotochip dengan rilis album kedua ini hanya sekadar senang-senang untuk bernostalgia. “Saya yakin sekali, Crotochip akan berhasil. Jadi ini bukan sekadar nostalgia,” tegasnya.

Keyakinan Bobby kiranya tidaklah berlebihan. Selain nama Crotochip yang masih diingat dan memiliki penggemar di skena musik indie Bali, nama-nama yang kini memperkuat grup ini juga bukan nama baru, bukan musisi sembarangan pula. Sebut misalnya posisi gitaris diisi Adi, yang sebelumnya angkat nama bersama Gecko juga mendukung grup Widya Etnik. Posisi bassist diisi Ogix, yang terlebih dahulu dikenal sebagai bagian dari band lagu berbahasa Bali, Bintang. Sedangkan untuk drum diisi Agung, yang sebelumnya sudah lama main bersama TolBandTol. Selain itu Crotochip juga didukung Bane (trompet), dan Feery (trombone), yang terlebih dahulu aktif bersama band Rosemarry, dari Bandung.

Di samping itu Bobby mengatakan dengan bendera Electrohell Music ia berani mendukung, membiayai sepenuhnya penggarapan album “Trompet Berkarat” karena ada gairah untuk menuangkan ide-ide yang tidak cocok atau tidak pas kalau ia mainkan bersama SID. Karenanya, bukan hanya bagi Bobby namun juga personel lain, Crotochip menjadi pilihan untuk menyalurkan ide-ide yang tak mungkin dipaksakan masuk pada grup masing-masing sebelumnya.

“Saya berani mendukung penuh penggarapan album Crotochip karena saat ini sedang banyak muncul ide-ide. Ide untuk membikin lagu yang lebih santai, lebih rileks. Kembali main bersama Crotochip Jadi bisa dibilang ini satu kebanggaan sekaligus rasa percaya diri,” ujar Bobby.

Jika ada yang bertanya bagaimana jika satu saat jadwal atau kesibukannya di Crotochip berbenturan dengan kesibukan bersama SID, sembari tersenyum Bobby mengatakan tak ada masalah, itu bisa diatur. Untuk urusan itu tentu sudah ada manajemen band yang akan mengurus agar bisa tetap jalan keduanya.

Pengerjaan album “Trompet Berkarat” sendiri memakan waktu hampir dua tahun karena beberapa kendala seperti pergantian persoel maupun pengaturan jadwal latihan karena dua personel berasal dari luar Bali. Dalam prosesnya, Crotochip juga dibanttu Eka Rock (bassist SID) dan biuanita Eba Ayu Febrianti yang berduet untuk lagu “Honey”. Album yang dirilis dalam format CD audio ini total memuat 10 lagu, 5 di antaranya merupakan lagu lama yang direkam ulang dengan aransemen baru dan kualitas rekaman yang tentunya jauh lebih baik daripada rekaman pertama 17 tahun silam.

Meskipun saat ini makin sedikit musisi atau penyanyi yang merilis rekaman dalam bentuk fisik, Crotochip tetap mantap melepas karya mereka dalam bentuk fisik CD audio. “Memang sekarang eranya digital, tetapi kami ingin punya fisik rekaman juga. Selain itu banyak juga yang ingin mengoleksi,” demikian Bobby.

Sebelum album “Trompet Berkarat” diluncurkan secara resmi ke pasar musik, Crotochip akan mendahuluinya dengan rilis single “You’ve Got Me Crazy” yang akan dilakukan dalam waktu dekat. (231)

CC2

Croto Chip, perkenalkan album “Trompet Berkarat”