The Small Axe, Bergembira dengan Reggae

Small

The Smallaxe Band

APA yang menjadi harapan satu grup band ketika para personelnya memutuskan untuk bergabung dan mulai bermusik? Sekadar menyalurkan hobi? Mencari nafkah dari musik? Atau mengejar popularitas? Kalaulah itu ditanyakan kepada The Small Axe, mereka takkan menampik, semuanya penting, semuanya perlu. Namun lebih dari itu, bagaimana sebagai “pekerja musik”, mereka bisa menghasilkan satu karya sendiri.

Penantian yang cukup panjang bagi grup pengusung musik reggae ini untuk akhirnya bisa memiliki lagu sendiri, rekaman, dan memperkenalkan secara lebih luas lagi kepada publik. Ya, setelah hampir 7 tahun terbentuk, baru di awal 2017 ini The Small Axe akan “go public” dengan merilis video klip untuk single mereka yang berjudul “Be Happy”. Lewat lagu ini, mereka mengajak siapa saja untuk tetap semangat dan bergembira menghadapi berbagai persoalan hidup sehari-hari.

Menurut IB Darma Suarsa atau biasa disapa Gus Ndut, vokalis grup ini, sebetulnya “Be Happy” sudah direkam setahun silam dan terangkum dalam album kompilasi Bali Reggaeneration. ” Sebelumnya kami belum terpikir untuk membuat video klip, namun dengan dorongan dan dukungan dari teman-teman juga komunitas reggae, single Be Happy bisa dipublikasikan dalam bentuk audio visual. Untuk mengawalinya, kami akan meluncurkan video klip ini dalam satu acara di Manshed, Sanur, 5 Februari ini,” tutur Gus Ndut kepada mybalimusic.com di Denpasar, Kamis (2/2).

Lagu “Be Happy” sendiri menjadi satu dari enam lagu sendiri yang sudah digarap oleh The Small Axe. Materi lagu ini direncanakan akan menjadi bagian dari album atau setidaknya mini album perdana mereka. Namun ketika ditanya kapan akan mewujudkan rencana ini, Gus Ndut didampingi sang gitaris, Samusu, hanya tersenyum. “Kami sendiri belum tahu, dan kami tidak mau memasang target. Apalagi kami benar-benar mulai dari nol, dengan dana yang sangat minim. Kami hanya mencoba berkarya, membuat lagu sendiri,” ujarnya.

Dijelaskan, pada awalnya saat dicetuskan 11 April 2010, The Small Axe memang dibentuk sebagai band untuk “ngamen” atau mencari job dengan main secara regular di sejumlah tempat hiburan di seputaran Kuta dan Sanur. Namun dalam perjalanannya, muncul “kegelisahan” kalau mereka hanya membawakan lagu-lagu dari band atau penyanyi lain. Karena itulah, The Small Axe mulai terdorong untuk menggarap lagu sendiri. Dukungan juga dorongan kuat dari sesame musisi dan grup reggae yang lebih dulu ada seperti Joni Agung & Double T. tak urung membesarkan semangat personel The Small Axe untuk berkarya di tengah kesibukan main regular.

Gus Ndut  yang lebih banyak punya andil dalam menggarap lagu untuk The Small Axe mengakui ide lagu-lagunya banyak didapat dari keseharian, bertemakan sosial kemasyarakatan. Hal ini pun tak lepas dari pengaruh musisi reggae “panutan” mereka seperti Bob Marley yang banyak menyelipkan pesan-pesan sosial dan filsafat dalam lagu-lagunya. Ini pula yang mendasari munculnya nama The Small Axe, yang bermakna meskipun kecil namun mencoba untuk bisa berarti. Begitu pula tentang lagu pertama mereka “Be Happy” yang memberi pesan agar kita tak mudah putus asa dan terpuruk jika ada masalah, karena semuanya akan berlalu, jadi tetap semangat dan gembira, be happy.

The Small Axe Band sampai saat ini tetap didukung lima personel, IB Darma Suarsa alias Gus Ndut (vokal), I Putu Widyana Samusu (gitar, vokal), Ketut Putra Sentana (keyboard, vokal), I Putu Gede Eka Putra (drum, vokal), dan  Krisna Atmaja (vokal, bass). Selain tampil regular di Apache Reggae Bar, Kuta dan Surfer Bar, Kuta, mereka juga kerap mengisi acara musik di berbagai tempat termasuk Bali Reggae Star Festival dan Sanur Village Festival. Bahkan belakangan, mereka juga mencoba untuk berperan mendorong munculnya musisi-musisi reggae baru dari kalangan remaja dengan tampil dan berbagi pengalaman di sekolah-sekolah. (231)