Musisi Kafe di Bali Kini Punya Wadah Suka Duka

SDMC 5

Komang Erik, ketua SDMC Bali menyerahkan potongan tumpeng kepada perwakilan musisi, Gusdek Dwija Negara, menandai syukuran terbentuknya wadah Suka Duka Musisi Cafe (SDMC) Bali

MUSISI kafe di Bali akhirnya memiliki wadah berkumpul untuk saling merangkul dan berbagi. Wadah yang diberi nama Suka Duka Musisi Café (SDMC) Bali ini sesungguhnya sudah mulai ada sejak beberapa bulan silam, namun baru mulai dipublikasikan secara luas awal tahun ini, ditandai dengan satu acara syukuran di Sanur Auto Garage, Senin (23/1).

Satu momen ‘langka’, di mana puluhan musisi dari berbagai generasi yang biasa “ngamen” di kafe dan tempat hiburan di daerah Kuta, Seminyak, dan Sanur, berkumpul dalam suasana penuh keakraban sebagai bentuk kebersamaan. Selain menggelar syukuran sekaligus melakukan pendaftaran anggota, saat itu juga dilangsungkan sharing, “klinik musik” bersama sejumlah musisi sesuai bidangnya, seperti Balawan (gitar), Ito Kurdi (bass), Gus Yogi (drum), dan Astika Candrajaya (vokal).

“Untuk saat ini sudah terdata 100 lebih anggota. Kalau dihitung jumlah musisi kafe tentu jauh lebih banyak, karena itu kami masih terus mengundang rekan-rekan lainnya untuk turut bergabung,” jelas Komang Erik yang dipercaya sebagai ketua SDMC Bali.

Dikatakan, hingga saat ini SDMC Bali memang baru merangkul musisi kafe di seputaran Kuta dan Denpasar. Namun demikian ke depan tentu akan berkembang dengan mengajak musisi kafe di daerah lainnya seperti di Ubud, Buleleng, dan daerah lainnya. Sebagaimana disampaikan Baron, ketua panitia syukuran SDMC, sejumlah musisi kafe di Ubud juga sudah siap bergabung.

“Sesuai namanya, SDMC kami bentuk sebagai wadah suka duka, selain untuk tempat berkumpul dan sharing, juga kepedulian kepada teman-teman seperti kalau ada yang sakit, kami ulurkan tangan sekadar santunan untuk menyambung tali kasih,” jelas Komang Erik sembari menyebutkan, anggota yang terdaftar dikenakan iuran wajib tiap bulannya sebesar Rp 20 ribu. Dana yang terkumpul inilah yang digunakan untuk mendukung program-program SDMC Bali.

Terbentuknya SDMC Bali tak lepas dari inisiasi sejumlah musisi yang melakukan komunikasi secara intens sejak beberapa bulan terakhir. Bahkan sebelum menggelar syukuran terbentuknya wadah ini, sebagian dari mereka sudah turut dalam kegiatan sosial aksi bersih-bersih pantai di Kuta beberapa waktu lalu. Kesempatan tersebut sekaligus digunakan sebagai sosialisasi akan keberadaan wadah sosial ini.

Tanggapan positif atas munculnya SDMC Bali juga disampaikan sejumlah musisi “senior”. Seperti disampaikan Darwin, musisi blues yang menuturkan sebetulnya beberapa tahun silam musisi kafe di Bali sudah sempat terdata bahkan memiliki kartu pengenal tersendiri. Kini dengan terbentuknya SDMC Bali tentu akan menjadi lebih baik lagi. “Saya ucapkan selamat, akhirnya wadah suka duka ini terbentuk juga sekarang,” demikian Darwin. (231)

SDMC 4

Komang Erik, menyerahkan potongan tumpeng kepada Benny, vokalis band Crazy Horse

SDMC 6

Darwin, salah satu “senior” musisi kafe di Bali menyelamati Komang Erik, ketua SDMC Bali

SDMC 3

Gus Yogi berbagi pengalaman dalam sesi “klinik” drum dengan anggota SDMC Bali

SDMC1

Gitaris Balawan turut berbagi pengalaman dengan anggota SDMC Bali

SDMC 2

Antusias anggota SDMC dari berbagai generasi mendukung terbentuknya wadah ini