Empat Tahun Mr. Botax Simpan “Cinta Terakhir”

Lanang B

Lanang “Mr. Botax”

BAGI penikmat musik di Bali, nama Mr. Botax sudah dikenal sebagai band pengusung lagu berbahasa Bali. Sesuai namanya, Mr. Botax juga mudah dikenali dari pentolannya, vokalis juga gitaris bernama Lanang, yang lebih dahulu dikenal bersama Lolot. Belakangan, Mr. Botax mencoba menegaskan eksistensinya dengan mulai membawakan lagu berbahasa Indonesia. Rilis lagu sekaligus video klip “Cinta Terakhir” mengawali langkahnya di awal 2017 ini. Hebatnya, baru dirilis dua hari, lagu ini sudah mencapai 1.283 views.

Kepada mybalimusic.com, Lanang menuturkan kalau “Cinta Terakhir” sebetulnya sudah ada empat tahun silam namun masih disimpan begitu saja. Hingga ia baru terpikir untuk menggarapnya sebagai rekaman terbaru, untuk dinyanyikan duet bersama Nina, biduanita yang tak lain adik kelas Lanang dulu di sekolah. “Cinta Terakhir” juga dilepas sebagai single “pengantar” menuju album ke-3 Mr. Botax yang digadang-gadang kelar paruh awal tahun ini.

Meskipun kini masih sibuk bersama Lolot, Lanang mengaku tak ada masalah. “Kebetulan juga dari segi konsep, seluruh lagu di album ke-3 Mr. Botax liriknya berbahasa Indonesia. Jadi beda segmen pasar dengan Lolot,” jelasnya.

Pertimbangan untuk menguatkan keberadaan Mr. Botax di jalur lagu berbahasa Indonesia, ditegaskan Lanang bukan kebetulan atau sekadar iseng. Kalaupun mengawali pemunculannya sejak enam tahun silam dengan lagu berbahasa Bali, menurut Lanang semata karena dulu ia merasa ada kekosongan dalam dirinya untuk berkarya di lagu berbahasa Bali. Bertepatan saat itu Lolot sempat vakum.”Jadi di awal saya memang munculkan Mr. Botax dengan lagu berbahasa Bali. Waktu itu saya berjanji, kelak jika Lolot bangkit lagi dan melibatkan saya, maka Mr. Botax akan beralih ke lagu berbahasa Indonesia. Selain itu ada pangsa pasar yang lebih luas bisa digarap,” tutur Lanang.

Meskipun serius untuk memajukan Mr. Botax, Lanang sendiri mengaku masih belum memutuskan untuk menentukan personel band secara tetap. Yang jelas saat ini ia merasa nyaman didukung rekan-rekannya seperti Ogix (bass), Icuk (drum) dan adik kandungnya sendiri, Ari PW (gitar). Menurut Lanang, mereka banyak mendukung ide-ide untuk tiap lagu yang ditulisnya.

Mr, Botax yang digagas Lanang pertama kali muncul ke public dengan self titled album “Mr. Botax” di awal 2016. Sosok bernama lengkap Gede Lanang Darma Wiweka ini sudah mulai intens bermusik dan mencipta lagu sejak masih duduk di bangku SMA. Ia pun terlibat di sejumlah grup band dan menjajal berbagai ajang kompetisi di tingkat daerah Bali maupun nasional. Kiprahnya mencuat saat masih bersama Nanoe dengan grup band Biroe sempat masuk 10 besar Festival Rock Indonesia yang digelar Log Zhelebour di tahun 2001 dengan lagu “Lubang, Makanan, dan Buaya”. Hingga kemudian ia kian angkat nama bersama Lolot, sempat pula bermain di Rockavatar, dan membentuk Mr. Botax. (231)

Lanang A

Lanang “Mr. Botax”