The Nine, dari Iseng Jadi Serius

TN2
The Nine, dari kiri ke kanan : Rian, Adi, Yuda, dan Angga

ANGKA 9, bagi sebagian orang dipandang istimewa, karena menjadi angka tertinggi. Tak heran jika angka 9 banyak digunakan dalam kaitan filosofi untuk mencapai hasil terbaik, hasil maksimal, dan seterusnya. Ini pula yang mendorong satu grup musik baru menamakan diri The Nine (TN). Kalaulah dibilang baru, karena mereka baru secara “resmi” menggunakan nama TN setahun silam. Malah secara lebih luas, mereka baru saja meluncurkan satu album yang diberi judul “This Is My Life”.

Sebagai band yang membawakan lagu berbahasa Bali, TN sejatinya sudah mulai berkarya sejak 2015 dan merilis satu single berjudul “Bullshit”. “Awalnya sih karena sering kumpul-kumpul, iseng saja, niatnya side project saja. Karena melihat semangat dan kesungguhan teman-teman, ya kenapa tidak diseriusi saja,” ujar Yuda, vokalis TN di sela-sela persiapan peluncuran album tepat di peringatan hari jadi mereka, Minggu (27/11) di daerah Peguyangan, Denpasar.

Tanggapan positif dari sejumlah kalangan khususnya pendengar lagu pop Bali terhadap single “Bullshit” makin mendorong mereka untuk serius berkarya, merancang satu album rekaman penuh. Jadilah “This My Life” yang memuat 10 lagu, termasuk “Bullshit” di dalamnya. Menariknya,  TN yang tidak mau terpaku pada satu genre musik, selain membwakan lagu sendiri seperti “De Bes Sombong”, “Delcon”, “Maafkan Beli”, juga membawakan lagu dari dua nama tenar di blantika musik pop Bali. Satu lagu berjudul “89” merupakan ciptaan Made Bawa alias Lolot, yang sengaja diberikan untuk TB. Satu lagi, sebuah lagu berbahasa Indonesia dan menjadi satu-satunya lagu berbahasa Indonesia di album TB, “Merdeka Tanpamu” merupakan ciptaan Krisna Purpa “KIS”. Selain itu ada satu lagu menarik berjudul “Bali Lauyers”.

“Mungkin judulnya terkesan kontroversial, biar nggak dikira lawyers atau pengacara, tapi dari kata lau. Jadi lauyers sebutan untuk penikmat atau penggemar lau atau lebih sering dikenal sebagau tuak dari serabut kelapa. Kalau kami angkat tema ini, semata-mata untuk mengangkat budaya lokal, kami ingin melestarikan apa yang disebut tuak Bali,“ jelas Yuda.

Meskipun formasi TN baru terbentuk sekitar dua tahun, namun melihat latar belakang pendukungnya bukanlah nama baru di jalur musik.Yuda (vokal), Adhi (bass), Angga (gitar) dan (drum) sebelumnya dikenal sebagai personel Bal-Q yang sudah terbentuk sejak 2002 dan mengeluarkan album pertama “Bali Love Peace” di awal 2010. Pertemuan dengan Urip, yang mengisi formasi drummer di band Vitik, menghasilkan satu ide untuk membuat side project. Jadilah TN yang kemudian merekam lagu pertama “Bullshit”. Namun sayang, saat TN memutuskan serius menggarap satu album penuh, Urip tidak bisa ambil bagian karena disibukkan bersama band sebelumnya. Formasi drummer kemudian diisi Rian, hingga saat ini. Namun demikian lagu “Bullshit” yang ada di album pertama TN masih menggunakan hasil rekaman yang drumnya dimainkan Urip. (231)

TN1
The Nine, dari kiri ke kanan : Adi, Yuda, Angga, dan Rian.

About the author