Terpesona dan Terinspirasi Keagungan Layangan Janggan

TejaMEGAH dan gagahnya layang-layang “Nagaraja” tak hanya mengundang decak kagum, tetapi juga bisa menginspirasi banyak pihak. Salah satunya Gus Teja, musisi yang banyak dikenal karena permainan serulingnya. Dalam pandangannya, selain sebagai layangan janggan terbesar yang pernah ada di Indonesia, “Nagaraja” yang memiliki berat 700 kg namun bisa terbang dengan gagah di udara, menjadi satu karya agung kebanggaan putra Bali.

Naluri Gus Teja untuk berkreasi pun muncul, hingga terciptalah single yang diberi judul sama, “Nagaraja”. Di lagu ini, ia hanya memakai suling tunggal saja. Identitas dan untaian nada yang dihasilkan pun sangat kental dengan kepribadian orang Bali yang sederhana.

“Ketika anda mendengarkan single Nagaraja ini, anda akan merasakan kesan keagungannya, dan karismanya. Menjadi satu kebangaan bagi saya secara pribadi bahwa saya dipercaya oleh team Nagaraja untuk membuatkan sebuah karya musik untuk layangan ini,” jelas Gus Teja kepada mybalimusic.com, Selasa (25/10).

Dalam bayangan musisi asal Junjungan, Ubud ini, “Nagaraja” adalah karya yang agung, karena itu membayangkan musik yang saya buat harus melihat dari sisi keagungannya. Layangan ini terlihat begitu anggun ketika terbang di udara, dengan ekor sepanjang 250 meter terlihat begitu memukau. Single “Nagaraja” sendiri sudah mulai diperkenalkan secara luas ke publik sejak 23 Oktober lalu. Salah satunya dengan merilis videoklip Nagaraja ini di fan page Gus Teja world music. Laman ini dipakai karena selama ini, media inilah yang digunakan sebagai official media music untuk mendekatkan Gus Teja dengan seluruh penggemar, termasuk membagikan informasi ter-update dari keseluruhan kegiatan baik konser maupun kegiatan lainnya.

Rilis single Nagaraja juga menjadi semacam sela bagi Gus Teja sebelum menuju album terbarunya nanti. Musisi yang menyandang gelar magister seni dari ISI Bali ini memang tak mau buru-buru merilis karya baru. Ia pun baru berencana melepas album ke-4 pertengahan tahun depan. Meskipun tidak berani memastikan, ia pun tidak menutup kemungkinan single “Nagaraja” akan menjadi salah satu nomor di album barunya kelak.

Gus Teja banyak dikenal public sejak sukses lagu “Morning Happiness” dari album “Rhytm of Paradise” (2009). Meskipun hanya instrumental, permainan serulingnya bersama Gus Teja world music banyak digemari tak hanya di Bali, namun juga nasional hingga ke luar negeri. Ia pun kerap diundang tampil di acara festival musik internasional. Setelah “Rhytem of Paradise”, musisi kelahiran 33 tahun lalu ini berturut-turut merilis  “Flute for Love” (2011), hingga “Ulah Egar” (2015). Bicara soal kesuksesannya, ia berbagi kepada musisi-musisi muda lainnya yang tengah berproses untuk menghasilkan satu karya, agar tetap semangat. Intinya adalah harus mau bekerja keras, berani mencoba, kreatif dalam berkarya, dan tak pernah berkecil hati. *231