Musik tak Ruwet ala Lendjoe 16

lenju

Lendjoe 16

APA yang terbayang dalam benak seorang musisi ketika akan membuat satu karya? Berpikir akan satu karya yang “wah”, bagaimana membuat komposisi yang hebat? Kiranya hal itu tak berlaku bagi Gus Lenju. Saat memutuskan untuk berkarya sendiri, menggarap materi lagu untuk album sendiri, ia tak mau terbebani dengan target terlalu tinggi.

“Karena saya menggarap rekaman sendiri, jadi saya hanya membuat musik yang sesuai dengan kemampuan saya saja. Tidak terlalu ruwet, saya bikin yang easy listening, mudah dinikmati juga mudah diikuti oleh yang lain,” ujarnya kepada mybalimusic.com

Saat ini, Gus Lenju tengah menyelesaikan proses akhir album solo pertamanya yang digadang-gadang akan rilis awal Oktober mendatang. Sebanyak 9 lagu sudah disiapkan untuk album yang diberi judul “Agetih Anatah”. “Kalau diartikan, satu darah satu pertiwi. Saya tulis lagu ini melihat banyaknya pertikaian yang terjadi belakangan sesama saudara orang Bali. Semoga ini bisa menjadi pesan positif untuk kita semua,” jelasnya.

Lagu lainnya yang keseluruhan Gus Lenju garap sendiri seperti “Natu Jagad”, “Ada ne Berubah”, “Tresna Terinjak”, “Percuma Lanjutang”, “Mewali Rahayu”, “L.A.U. (liang ane utama)” dan “Bhinneka Tunggal Ika”. Musisi asal Karangasem ini pun berharap karyanya bisa diterima penggemar musik Bali di manapun berada.

Pria yang bernama lengkap I Gusti Bagus Kususma Atmaja sudah mulai menggemari musik sejak duduk di bangku kelas IV SD, saat ia sering disapa dengan panggilan “Lenju”. Berawal dari main gitar, saat di bangku SMA, umur 16 tahun ia juga mencoba menyanyi. Sejak itulah ia mulai memakai nama Lendjoe 16. Sempat membentuk grup band yang membawakan musik alternative, namun tak berumur panjang karena kesibukan masing-masing personel. Akhirnya sejak 2013 pria yang kesehariannya mengelola angkringan dan aktif ngayah di pura ini memutuskan untuk bersolo karir, namun tidak meninggalkan warna musik alternatif

“Kalau saya memutuskan untuk memilih membawakan lagu dengan lirik berbahasa Bali, ini sebagai wujud kecintaan saya terhadap Bali,” tandasnya. (231)