Jaga Stamina di Panggung ala Naif

Naif2

David “Naif”

FAKTOR umur tak bisa dipungkiri mempengaruhi penampilan seorang penyanyi atau musisi di atas panggung. Tampil di atas panggung 15 tahun silam dengan sekarang, tentu saja berbeda terutama masalah stamina. Hal ini juga tak dimungkiri grup band Naif. David, sang vokalis mengaku sewajarnya memang seperti itu, semakin bertambah umur, penampilan di atas panggung juga ikut terpengaruh.

“Kalau langsung di awal diborong lagu berirama kencang semua, ya pasti kerasa staminya cepat habis. Karena itu sekarang bagaimana mengatur irama permainan, salah satunya diakali saya mainkan gitar. Kalau mau mendekati akhir masih sanggup, ya hajar saja …” jelas David usai tampil di SoundrenAline 2016 di GWK, Bukit Ungasan, Badung, Sabtu (3/9) lalu.

Seperti beberapa kali pementasan sebelumnya, Naif mengawali penampilan dengan “Piknik 72” dan pamungkas, lagu trademark band ini, “Mobil Balap”. Namun demikian David membantah kalau Naif seakan tak punya skenario pentas lain dan selalu menjadikan “Mobil Balap” sebagai jurus pamungkas. “Ngga begitu juga kok, tak selalu Mobil Balap jadi lagu terakhir, kadang juga Posesif. Malah di kesempatan lain pernah kami sama sekali tak bawakan kedua lagu itu. Ya… menyesuaikan saja dengan suasana pentas,” kilahnya.

Begitu pun dikatakan Naif tak pernah terpikir untuk sengaja atau berencana menciptakan hits lain yang setara atau mampu menyamai bahkan melebihi “Mobil Balap”. Bagi grup ini, semua lagu bisa menjadi hits, tak pernah diarahkan secara khusus, karena semuanya kembali lagi ke penggemar mereka.

Naif yang dibentuk 1995 dikenal sebagai band bergaya retro, melejit pertama kali dengan lagu “Mobil Balap”, disusul “Posesif”. Oleh The Rolling Stones Indonesia,  di tahun 2009 dua lagu ini dimasukkan ke dalam daftar lagu Indonesia terbaik. Naif juga menghibur penggemarnya dengan sederetan hits seperti “Piknik 72”, “Curi-curi Pandang”, “Jikalau”, “Dimana aku Disini”, “Air dan Api”, “Benci tuk Mencintaimu”. (231)

Naif1