Rindukan Konser Akbar Penyanyi Lagu Pop Bali Lawas

June

Dek June

MESKIPUN sudah menyatakan istirahat dari aktivitas rekaman maupun pertunjukan lagu pop Bali, kiranya perhatian dan kepedulian Dek June terhadap bidang ini tak pernah berkurang. Di tengah kesibukan usahanya, wanita yang sejak dulu senang dengan tampilan rambut pendek ini tetap memperhatikan perkembangan lagu pop Bali saat ini. Menariknya, ia punya obsesi, satu impian akan hal ini. Apakah itu?

“Ingin sekali bikin pentas rame-rame penyanyi pop Bali tempo dulu. Jadi ada banyak penyanyi Bali era 90-an hingga awal 2000 yang pernah ngetop dan masih digemari sampai sekarang, kita tampilkan dalam satu pentas. Saya yakin masih banyak yang suka dan rindu penampilan mereka, hanya pentasnya digarap serius dan dikemas beda,” ungkap Dek June di sela-sela kesibukannya menjadi juri lomba vokal di RRI Denpasar, belum lama ini.

Produser juga pencipta lagu pop Bali ini pun mengatakan, rekan-rekan penyanyi lagu pop Bali “lawas” yang kini sebagian sudah tidak aktif karena kesibukan di bidang lain, kiranya akan senang dan mendukung pentas dimaksud. Selain sebagai ajang nostalgia, juga menunjukkan kepada masyarakat luas jika lagu pop Bali masih memiliki greget dan tetap banyak peminatnya. Dek June pun memahami untuk membuat pentas besar dengan biaya tinggi, apalagi harus menjual tiket untuk mendukung pendanaan, saat ini bukanlah hal mudah. “Ya… sekarang tinggal berbicara tim kerja, siapa yang mau diajak bekerja menggarap acaranya, dengan semangat utama kecintaan akan lagu pop Bali,” katanya.

Di blantika musik pop Bali, nama Dek June tak bisa dilepaskan sebagai salah satu tokoh yang berjasa banyak melahirkan bakat-bakat jempolan. Di tahun 90-an hingga awal 2000-an, studio rekaman sekaligus label Intan Dewata Record yang dikelolanya termasuk salah satu pionir dalam rekaman lagu pop Bali. Banyak penyanyi pop Bali kenamaan yang mengawali kariernya di bawah bendera IDRE seperti Dek Ulik, Ayu Saraswati, Eka Jaya, Mang Cucun, Yan Se,  De Balon, juga Gus Pur dan Bayu KW. Seiring merebaknya rekaman VCD, diikuti trend rekaman digital, Dek akhirnya lempar handuk. Sejak sekitar 2005, Dek June memutuskan untuk “istirahat” dari lagu pop Bali, dan dengan berat hati berhenti berproduksi. Namun demikian studio musik masih dipertahankan, itu pun hanya untuk menyalurkan hobi dan kesenangan saja, kalau sesekali ingin mengolah musik.

Dek june juga mengatakan masih memiliki sekitar 30-an lagu ciptaan sendiri yang belum sempat direkam. Meskipun saat ini sudah tidak memproduksi rekaman lagi, wanita kelahiran Lampung ini masih tetap menjalin hubungan baik dengan penyanyi-penyanyi yang pernah diorbitkannya, yang hingga kini masih banyak dikenal penggemar lagu pop Bali. (231)