Lewat Lagu, Seven Ceblock Lebih Dekat dengan Bumi

SVCBDEKAT dengan bumi, peduli dengan alam, menggarap musik dan lagu bertemakan alam. Komitmen inilah yang dipegang kuat grup musik berbahasa Bali, Seven Ceblock. Belum lama ini, grup asal Karangasem ini merilis single terbaru “I Cetrung”. Video klip lagu ini pun sudah diunggah secara resmi di media berbagi seperti Youtube. Ini yang kesekian kalinya, Seven Ceblock menyuarakan masalah lingkungan melalui karyanya.

“Bukan baru-baru saja, sedari awal band ini dibentuk, saya sudah menginginkan ada satu konsep yang berbeda. Karena menurut saya band dengan konsep atau tema lingkungan masih jarang ada yang muncul, jadi kami putuskan untuk ada ada di jalur ini saja,” jelas Eko, vokalis grup ini kepada mybalimusic.com di Denpasar, Jumat (19/8).

Tema lingkungan itu, menurut Eko sejalan juga dengan pilihan nama band, Seven Ceblock atau 70. Angka 7 melambangkan keselamatan dan angka 0 melambangkan alam semesta. Tak heran karenanya, beberapa lagu yang telah dirilis sarat dengan pesan peduli alam semesta, seperti lagu “Tatu Ibu Pertiwi”, “Gumi Nenten  Tong Sampah”, “Di Petung”, dan yang terbaru “I Cetrung”. Lagu-lagu ini semuanya merupakan bagian dari materi album rekaman yang menurut Eko, jika tidak ada halangan, akan diluncurkan akhir tahun ini.
Sekarang masih proses rekaman beberapa lagu yang tersisa,” jelasnya.

Pilihan tema lingkungan untuk lagu berbahasa Bali, bagi Eko, serasa lebih dekat dengan misi baik sebagai grup band maupun secara personal. Namun tentu saja tidak seluruh lagunya berbicara lingkungan, karena ada juga lagu yang humanis, inspirasi dari kehidupan masyarakat biasa. Seperti pada lagu “Ngajiang Idup”. “Tapi kalau dikatakan tema lingkungan sebagai ciri khas band, ya bisa saja. Tapi kami juga terinspirasi dengan kehidupan manusia secara umumnya. Yang jelas ke depannya kami akan terus mengeksplorasi lagi musik kami, agar sedikit bisa memberi inspirasi kepada masyarakat untuk lebih peduli terhadap lingkungan dan keadaan di seputar, dan lebih sering meluangkan waktu ke alam dan jalan-jalan kembali ke desa,” demikian Eko..

Seven Ceblock dibentuk 1 Juli 2014. Mengusung musik alternative berbahasa Bali, grup ini masih solid didukung formasi Eko Putrawan (vokal, gitar), Cayok (gitar), Kody (bass), dan Agung Krisna (drum). Dalam bermusik, mereka tak memungkiri ada pengaruh dari band-band seperti Ramones, Green Day, Nirvana, Blink 182, hingga grup dari Bali, Navicula. (231)