Peace Band Luncurkan Video Klip “Kopi Pait Sik Luh”

PeaceVIDEO clip sudah menjadi satu hal yang mutlak bagi penyanyi atau grup band yang sudah memiliki lagu sendiri. Terlebih di era dunia maya seperti saat ini, di mana video clip sangat kuat mendukung promosi dan terbilang jauh lebih mudah. Inilah yang dirasakan Peace Band, satu grup band yang memainkan musik alternatif dengan lirik lagu berbahasa Bali. Akhir 2015 silam, mereka sudah melepas album baru “Abisatya” sekaligus diikuti dengan video clip untuk lagu “Tresna Sing Dadi Tawah”. Cukup lama berselang, kini mereka siap meluncurkan video clip terbaru, untuk lagu “Kopi Pait Sik Luh”.

“Bisa dibilang tujuan kami baru merilis klip ini karena Peace Band tidak ingin sekedar meluncurkan sebuah klip atas pertimbangan atau opini kami saja. Kami juga ingin mendapat masukan, bagaimana persepsi dari pencinta lagu Bali terhadap karya kami. Alhasil hampir setahun setelah album Abisatya diperdengarkan di publik,  jumlah lagu yang dominan didengar atau streaming dan di-request ternyata memang lagu Kopi Pahit Sik Luh.  Tak heran juga pencinta lagu Bali lebih mengenal Peace Band dengan sebutan band Kopi Pahit Sik Luh,” jelas Ricky, vokalis grup ini kepada media di Denpasar, akhir minggu lalu.

Seperti lagunya, video klip “Kopi Pahit Sik Luh?!” menggambarkan manisnya hidup seorang pria yang terlahir tampan, karismatik, dan proporsional sehingga menjadi idola oleh banyak wanita. Namun di balik hal itu, pria tersebut malah memendam sebuah rasa kepada seorang wanita biasa yang tidak mengidolakannya. Dalam video klip ini juga diceritakan perjuangan singkat pria tersebut dalam melewati rintangan untuk memperoleh cinta sejatinya.

Rencananya, video klip “Kopi Pahit Sik Luh?!” diluncurkan secara resmi dalam satu acara pentas di Boshe VVIP Club, Selasa (26/7). “Semoga dengan rilisnya clip ini, nama band kami lebih dikenal di masyarakat dan kami dapat meluncurkan karya-karya selanjutnya yang lebih baik dan menghibur agar ke depannya visi dari band kami yaitu untuk turut melestarikan musik berbahasa Bali dapat tercapai,” harap Ricky.

Hingga saat ini, grup yang terbentuk 14 Februari 2010 ini masih didukung formasi Ricky/Ric (vokal), Wirya (gitar 1), Rayz (gitar, vokal latar), Tomy (bass), Dodix Johnny (drum), dan Mank Anna (keyboard). Formasi ini terbilang cukup awet setelah proses perjalanan yang cukup dilalui. Sesuai dengan harapan mereka untuk dapat selalu damai secara internal sesama personel dan juga dapat memberikan pesan perdamaian lewat lagu-lagu yang kami nyanyikan kepada para pendengar musik Bali.

Peace Band Bali telah merekam 21 lagu. Peace Band Bali juga telah merilis album berjudul “Abisatya” akhir 2015 lalu dengan mengemas 12 lagu ber-genre rock alternatif. Setelah didahului video klip “Tresna Sing Dadi Tawah” awal tahun ini, sekarang dilengkapi dengan video klip “Kopi Pait Sik Luh?!”. (231)