Motifora Melesat Lagi dengan Dua Lagu Baru

mott

Motifora

ingin membiarkan penggemarnya berlama-lama menunggu, Motifora akhirnya memperkenalkan dua lagu dari album ke-2 mereka. Sejak video liriknya diunggah ke Youtube 1 Juni lalu, lagu “Jangan Tangisi Perbedaan” yang menggunakan lirik berbahasa Indonesia sudah mencapai 3.000 views. Sedangkan video klip “Sang Dewi” (Ngalahin Gumi II) yang berbahasa Bali, malah dalam sehari sejak diunggah di Youtube  8 Juni, sudah mencapai 1.588 views. Dengan capaian ini, nama Motifora melesat lagi dalam waktu singkat.

Bagi Motifora sendiri, membawakan lagu berbahasa Bali maupun Indonesia – sebagaimana juga di album pertama mereka — tidak menjadi masalah. “Sebenarnya lagu berbahasa Indonesia maupun berbahasa Bali, rasa saat menyanyikannya kurang lebih sama. Hanya saja kami memasukkan lagu berbahasa Indonesia untung-untungan juga. Siapa tahu ada penikmat musik dari luar Bali mendengarkan karya kami, jadi lebih mudah dimengerti,” demikian Tunik, vokalis Motifora.

Dengan persiapan yang lebih lama dan penggarapan yang tentunya lebih matang, Tunik mengaku optimis album ke-2 Motifora dapat menyamai setidaknya menyusul kesuksesan album pertama “Hitam Putih” yang dirilis awal 2015 lalu. “Kami sangat optimis, karena bagi kami apa pun yang kita lakukan harus didasari keyakinan dulu. Masalah nantinya apakah akan  bisa diterima atau responnya tak sama seperti album pertama, ya… itu bisa dijadikan sebagai motivasi untuk bisa lebih baik di album selanjutnya. Intinya, apa pun responnya, kami akan tetap berkarya dan selalu menunjukkan eksistensi Motifora,” jelas Tunik.

Melihat respons terhadap “Sang Dewi” dan “Jangan Tangisi Perbedaan”, tentu saja optimisme Tunik tak berlebihan. Secara keseluruhan, materi album ke-2 Motifora tidak jauh berbeda dari album pertama. Hanya untuk karya kedua ini Motifora tidak hanya membawakan lagu bertema cinta, namun juga mengangkat masalah sosial, bahkan religi. Sedangkan untuk warna musik, di album ke-2 Motifora mulai memasukkan lagu nge-beat, tidak hanya bertempo slow atau medium.

Motifora yang didukung Tunick (vokal, gitar), Rheno (gitar melodi), Eri (bass), dan Anna (drum) berasal dari desa Munduk, kecamatan Banjar, Buleleng. Grup ini terbentuk 17 April 2009 dengan nama semula Motiforline. Meskipun datang dengan latar belakang dan dasar bermusik yang berbeda-beda, namun keempat anak muda ini mencoba melebur dalam satu visi dan misi dalam bermusik, bagaimana menghibur dan menyenangkan masyarakat.

Grup yang memilih bermain di jalur pop rock alternative ini pernah penjadi finalis dalam ajang festival bergengsi yang digelar salah satu produk rokok, dengan masuk 12 besar seleksi area Bali-Nusra. Selain itu juga pernah menjadi 10 besar di Festival Gong 2010 yang digelar JTV Surabaya. Di kalangan penggemar lagu pop Bali, nama Motifora dikenal luas berkat sukses lagu “Ngalahin Gumi”. Awal 2016 lalu, sembari merampungkan album ke-2, mereka sempat merilis video klip “LDR” yang juga mendapat sambutan hangat. *231