The Journey Kini Kian Percaya Diri

Journey 1

The Journey

PUNYA karya bagus kenapa disimpan saja? Pertanyaan ini cukup sering ditujukan kepada The Journey, duo asal Bali yang sudah menyelesaikan album pertama mereka “The Journey” awal 2015 silam. Pertanyaan itu muncul lantaran rekaman yang berisi sejumlah lagu kuat itu malah tidak dipublikasikan secara luas ke publik, tanpa promosi, tanpa publikasi termasuk dukungan video klip. Mereka hanya “memperkenalkan” lagunya ke beberapa situs jual lagu online, juga dikirim ke beberapa radio, minus penampilan di panggung pertunjukan.

Setelah setahun berlalu, barulah The Journey kian percaya diri, dan mulai memberanikan diri untuk go public, mulai tampil di beberapa acara musik, mulai menggarap video klip, dan bersua dengan awak media untuk mengabarkan keberadaan mereka. “Ya… awalnya lagu yang sudah direkam, disimpan saja, kami tidak terpikir untuk ini itu, hanya ingin rekaman saja. Setelah lagu kami mulai banyak yang dengar, mulai banyak yang memberi komentar positif, baru muncul rasa percaya diri untuk tampil lebih luas lagi,” jelas Surya, vokalis sekaligus gitaris The Journey, didampingi pemain keyboard sekaligus bassist, DePrad saat temu wartawan di Denpasar, Rabu (27/4) kemarin.

Pertemuan Surya dengan DePrad berawal dari kebetulan jumpa saat bermain futsal, pertengahan 2014. Ketika itu Surya belum tahu kalau ternyata DePrad yang pernah punya grup band itu piawai menggarap lagu dan punya beberapa karya yang belum direkam. Merasa cocok dengan karakter vokal Surya, DePrad kemudian mengajak rekannya itu membentuk duo dengan nama The Journey, November 2014. Dalam waktu singkat, sejumlah lagu sudah direkam di Antida Studio di bawah arahan penata rekaman Deny Surya. Hanya begitulah, setelah rekaman kelar, The Journey masih “malu-malu” muncul ke publik.

“Baru di tahun 2016 ini kami memutuskan untuk lebih memperkenalkan The Journey dengan menggarap empat video klip, juga menggelar jumpa pers. Bisa dikatakan ini re-launch, atau rilis kembali album Inspirasi Semesta, karena dulu belum sempat diperkenalkan secara resmi ke publik,” jelas DePrad.

Ditambahkan, untuk saat ini album The Journey masih dijual dengan sistem pesan  paket (CD sekaligus T-shirt The Journey). Soal kemungkinan “Inspirasi Semesta” diproduksi secara massal dan diedarkan serentak, dikatakannya masih dalam pemikiran saja sembari melihat reaksi penikmat musik. Re-launch album “Inspirasi Semesta” juga menjadi momen  bagi The Journey untuk lebih memperkenalkan diri melalui berbagai acara. Untuk showcase dan promo radio, mereka memang hanya tampil berdua. Kecuali untuk panggung pertunjukan yang lebih besar, barulah melibatkan additional musician.

Ada Sembilan lagu yang diperkenalkan The Journey di album perdana mereka. Delapan lagu adalah ciptaan DePrad sendiri, dan satu lagu karya Ian Joshua Stevenson (ex. Dialog Dini Hari, yang kini main di Zat Kimia). Delapan lagu liriknya menggunakan bahasa Indonesia, dan satu lagu liriknya berbahasa Bali. Empat lagu sudah dibuatkan video klip, “Pecinta Mimpi”, “Lagu Sederhana”,  “Ngelawan Sepi”, dan yang terbaru “Bukan Cinta Itu”. Pemilihan judul album “Inspirasi Alam” tak terlepas dari ide dasar lagu-lagu yang ditampilkan, yang banyak diolah dari inspirasi alam dan kehidupan sekitar. Karenanya ragam tema lagu bisa disimak, dari kisah cinta hingga pujian akan keagungan Tuhan. *231