“Nagih ATM”, Ayu Waden Terus Dukung Lagu Bali

Waden2

Ayu Waden

BAGI Ayu Waden, menyanyi selain sebagai hobi juga semata karena ingin terus mendukung dan turut melestarikan lagu berbahasa Bali. Ia pun tak begitu keras ingin mengejar karier di blantika musik pop Bali, atau ngotot mengejar ketenaran. Baginya, keluarga tetap yang utama dan paling penting. Tak heran kemudian kalau dalam kurun tujuh tahun, ia baru menyentuh lagi dunia rekaman.

“Ya, cukup lama sejak album Liep-liep Lipi Gadang di tahun 2009. Ya… kebetulan baru kepingin dan baru bisa mewujudkan rekaman kedua,” ujar Ayu Waden di sela-sela peluncuran album kedua “Nagih ATM” di salah satu rumah makan di Kedonganan, Badung, Senin (28/3).

Meskipun album keduanya dalam format VCD karaoke baru bisa dituntaskan di pengujung Maret ini, sesungguhnya beberapa materi sudah siap sejak beberapa tahun lalu. Termasuk lagu “Jeroan Hati” yang Ayu ciptakan sendiri setahun silam. Selain menggaet penyanyi pop Bali kenamaan Panji Kuning untuk duet di lagu ciptaannya Ayu juga melibatkan penyanyi Bali lainnya, Sueca Antara untuk mengisi satu lagu. Menariknya, di album yang memuat Sembilan lagu ini, Ayu Waden juga menampilkan sang putri, Naniq Anettya dalam satu lagu, “Candu-candu Tresna” plus keikutsertaan sang suami, One Bie yang ikut menyanyi satu lagu, “Sekadi Dewi Kayangan”.

“Kalau dibilang album keluarga, sebenarnya nggak juga sih. Kalaupun saya mengajak putrid an suami saya ikut rekaman karena mereka memang juga suka menyanyi. Putri saya memang sering menyanyikan lagu pop Bali, sedangkan suami saya jadi tertarik setelah di album pertama sering mengantar saya ke studio untuk rekaman,” jelas Ayu Waden.

Album “Nagih ATM” juga tak lepas dari peran pencipta lagu seperti Komang Raka, Dewa Mayura, Dwi Negari, juga Dek Artha. Sedangkan video klip keseluruhan digarap Yasa Sega dan aransemen musik dikerjakan Dek Artha. Tujuh tahun belum pernah rekaman lagi, Ayu Waden tak mengelak ketika disebut kualitas suara maupun kemampuannya menyanyi tak banyak mengalami perubahan. Meskipun ia menyatakan tak ada kiat atau latihan khusus untuk itu. “Ya … mungkin ini yang disebut anugerah dari Tuhan yang Maha Kuasa,” kilahnya sembari tersenyum.

Meskipun sudah memiliki putri yang beranjak dewasa, Ayu Waden mengaku tetap semangat untuk terus meramaikan blantika musik pop Bali. Ia mengaku tak merasa minder atau rendah diri meskipun kian banyak penyanyi muda yang bermunculan. Pun, termasuk kehadiran sang putri yang kini mulai terjun ke dunia rekaman.

Penyanyi  asal Kuta ini optimis lagu-lagu di album “Nagih ATM” bisa diterima penikmat musik pop Bali secara luas. Ia  tak memungkiri jika secara bisnis penjualan rekaman lagu pop Bali saat ini memang kurang begitu menggembirakan. Namun ia membantah jika dikatakan pasar lagu pop Bali kian melesu. Dalam pandangannya, pangsa pasar lagu pop Bali masih bagus, penggemar lagu berbahasa Bali masih cukup banyak. “Saya yakin, penggemar lagu pop Bali masih terus perlu suguhan karya baru, tentunya yang memang berkualitas hingga bisa diterima dengan baik,” pungkasnya. *231

Waden1

Ayu Waden (nomor dua dari kanan) bersama Sueca Anatar, Naniq Anettya, One Bie, dan Panji Kuning