The Journey : Berdua Mengolah Inspirasi Alam dan Kehidupan

J2

Dua personel The Journey: Surya dan Deprad

FORMAT duo, tampaknya makin banyak menjadi pilihan musisi untuk berkarya. Tak kurang sejumlah nama yang muncul di kancah musik indie di Bali belakangan memilih format “minimalis” ini. Salah satunya The Journey, yang baru saja merampungkan rekaman perdana mereka berjudul “Inspirasi Semesta”.

Dibentuk akhir 2014, The Journey hanya memiliki due personel, Surya (vokal) dan De Prad (bassist sekaligus pencipta lagu). “Kami memang hanya berdua, namun kalau untuk pentas tentu saja kami mengajak additional player,” jelas Deprad kepada mybalimusic di Denpasar, Rabu (23/3).

Keputusan untuk tetap hanya berdua, tidak melengkapi format band dengan personel lain, sembari berseloroh Deprad mengatakan, semata-mata biar tidak repot. Lho? “Iya salah satu tantangan full band ya mengatur personel yang berbeda karakter. Daripada rumit berpikir, sudahlah, saat ini kami berdua saja,” tambahnya.

The Journey bermula saat Deprad yang sudah mulai bermusik sejak masih di bangku SMA, bertemu dengan Surya dalam satu acara. Saat itu Deprad yang mulai menggarap sejumlah lagu merasa karakter vokal Surya cocok untuk lagunya. Pun dengan Surya, yang tertarik dengan lagu-lagu yang dibuat Deprad. Jadilah, dua pria yang kesehariannya punya kesibukan kerja masing-masing ini mulai “mencicil” penggarapan musik dan rekaman. Hingga awal 2016, keseluruhan materi lagu kelar direkam di Antida Music, dengan penata rekaman Deny Surya.

Ada Sembilan lagu yang diperkenalkan The Journey di album mereka “Inspirasi Semesta”. Selain ciptaan Deprad, ada satu lagu karya Ian Joshua Stevenson (ex. Dialog Dini Hari, yang kini main di Musikimia). Delapan lagu liriknya menggunakan bahasa Indonesia, dan satu lagu “Ngelawan Sepi” liriknya berbahasa Bali.

“Kami ingin menunjukkan kalau The Journey berkarya untuk musik, bukan untuk satu kelompok atau aliran. Tentu harapannya, lagu-lagu kami bisa diterima baik di kancah band indie berbahasa Indonesia maupun penggemar lagu berbahasa Bali,” jelas Deprad.

Karenanya pula, The Journey sengaja mengambil warna musik pop sebagai karakter utama, dengan pertimbangan jenis musik yang satu ini relative bisa diterima di semua kalangan. Namun demikian untuk memberi warna, tiap lagu dibuat dengan sentuhan berbeda, misalnya ada yang dibuat minimalis dengan petikan gitar yang dominan, ada pula yang digarap dengan nuansa orchestra.

Sesuai judul album, lagu-lagu yang ditampilkan The Journey banyak diolah dari inspirasi alam dan kehidupan sekitar. Karenanya ragam tema lagu bisa disimak mulai dari “Denpasar”, “Pecinta Mimpi”, “Perdamaian”, “Lagu Sederhana”, dan tentu saja kisah cinta dalam lagu “Cinta Segi Tiga”, “Bukan Cinta Itu”, dan “Ngelawan Sepi”. Tiga lagu di antaranya, “Pecinta Mimpi”, “Lagu Sederhana” dan “Ngelawan Sepi” sudah pula dibuatkan video klip.

“Intinya pesan yang ingin kami sampaikan dalam album ini, lebih banyak menunjukkan rasa syukur kepada Ruhan, selain ingin turut menciptakan perdamaian bagi semua makhluk di semesta ini,” tambah Surya, vokalis The Journey.

Ditambahkan oleh Deprad, harapan paling utama dari kehadiran The Journey bukan untuk bersaing mencari nama atau berharap materi, namun bagaimana bisa menghibur orang banyak melalui lagu. Perkara nanti The Journey bisa diterima masyarakat dan menghasilkan materi, justru ada keinginan untuk menyisihkan sebagian penghasilan untuk kepentingan sosial. *231

J1

Dua personel The Journey: Surya dan Deprad