Berkelas Internasional, bukan Pesta Hura-hura

Reg1

Gung Anom *dari Antida Music (ke-3 dari kiri) dan Gus Mantra dariPregina OMS (kedua dari kanan) bersama beberapa musisi yang akan tampil di Bali Reggae Star Festival 2106

MESKIPUN baru akan memasuki gelaran kedua, namun gaung Bali Reggae Star Festival sudah makin luas. Tak hanya regional Bali dan nasional, bahkan sejumlah musisi reggae dari luar negeri sudah menyatakan minatnya untuk bisa bergabung di acara ini. Namun karena satu dan lain hal, untuk Bali Reggae Star Festival 2016 yang akan digelar di pantai Padanggalak, Denpasar, 27 Februari nanti, baru dua saja musisi mancanegara yang bisa ditampilkan di ajang ini, yakni Jeck Pilpil (Filipina) dan Conkarah (Jamaica).

“Jadi sebetulnya bisa dikatakan cakupan acara ini sudah internasional. Namun demikian kami tidak mencantumkan kata international, tapi Bali Reggae Star Festival saja. Soal apakah ajang ini sudah berkelas internasional atau belum, biar publik yang menilai,” jelas Gung Anom dari Antida Music didampingi Agung Bagus Mantra (Pregina OMS) sebagai penggagas acara ini, saat temu wartawan di Denpasar, Rabu (24/2).

Mengingat banyaknya musisi yang tampil, hampir 20 grup baik dari Bali, nasional, hingga musisi asing, acara akan dimulai lebih awal, pukul 14.00 wita, hingga tuntas menjelang tengah malam. Menariknya, sebelum acara dimulai, pengisi acara dan komunitas vespa akan melakukan aksi sosial bersih-bersih pantai di sekitar lokasi acara.

“Ini adalah konser amal. Sebagaimana gelaran pertama tahun lalu yang membawa misi kepedulian lingkungan, dengan menyumbangkan hasil penjualan tiket untuk pengadaan tong sampah di sejumlah  tempat, tahun ini pun masih sama. Dalam hal ini kami tetap menggandeng Yayasan Manik Bumi dari Buleleng yang concern terhadap penanganan masalah sampah . Jadi Bali Reggae Star Festival tidak hanya pesta hura-hura, ada aktivitas amal, charity di dalamnya,” jelas Gung Anom.

Musisi reggae yang sudah sudah siap meramaikan acara  di antaranya barisan Bali Reggaeneration yang terdiri dari “angkatan baru” band pengusung musik reggae dari Bali, mulai dari  Malibu Stone, Selow Project, De’Roots, The Guntur, Vermilion, Revelation, D’Sunshine, Andreggae, The Small Axe, Nath The Lions, termasuk Djembe Island, dari Lombok. Selain itu tampil pula Monkey Boots dari Jakarta, Jeck Pilpil (Filipina), Marapu feat. Conkarah, hingga band reggae lokal yang disegani Bali, Joni Agung & Double T dan Tony Q Rastafara.

Mengingat kesuksesan acara tahun lalu yang disaksikan sekitar 7.000 penonton, panitia optimis Bali Reggae Festival 2016 akan didatangi lebih banyak lagi rastamania. Panitia pun sudah siap memuaskan penonton tak hanya dengan suguhan musik, tetapi juga efek visual melalui video mapping, serta tata letak dan desain panggung yang dirancang khusus oleh tim Archimetriz Architect. *231

regg