Bali Reggae Star Festival 2016 Makin Greget

regg2

Conkarah, penyanyi asal Jamaika tampil di Bali Reggae Star Festival 2016

SETAHUN silam, Antida Music dan Pregina OMS menggelar pentas musik reggae terbesar di Bali bertajuk Bali Reggae Star Festival. Di luar dugaan, pertunjukan yang menampilkan sebarisan grup reggae dari Bali dan nasional itu sukses luar biasa. Digelar di tepi pantai Padanggalak, acara mampu menyedot sekitar 7 ribu penonton. Tak heran untuk gelar kedua tahun ini, penyelenggara optimis acara bisa lebih sukses. Apalagi Bali Reggae Star Festival 2016 dibuat lebih greget, dengan mendatangkan Conkarah, penyanyi reggae asli dari kota Kingston, Jamaika.

Gung Anom dari Antida Music menyatakan, persiapan untuk acara yang akan dihelat 27 Februari mendatang itu sudah mendekati rampung sepenuhnya. Dikatakan,  tahun ini pihak penyelenggara optimis akan menyedot 10.000 pengunjung. Belasan pengisi acara juga sudah siap meramaikan gelaran kali ini, mulai dari  Malibu Stone, Selow Project, De’Roots, The Guntur, Vermilion, Revelation, D’Sunshine, Andreggae, Djembe Island, The Small Axe, Nath The Lions, Monkey Boots, Jeck Pilpil, Marapu ft Conkarah, band reggae lokal yang disegani Bali Joni Agung & Double T dan Tony Q Rastafara.

“Conkarah, penyanyi yang asli kelahiran Kingston, Jamaica sengaja didatangkan oleh penyelenggara untuk menjadi salah satu ikon di Festival ini,” jelas Gung Anom.

Bagi penikmat musik reggae tentunya sudah mengenal sepak terjang Conkarah yang banyak meng-cover lagu-lagu terkenal ke dalam versi reggae dan kemudian diunggah ke Youtube. Sebut misalnya cover lagu “See You Again” (Wiz Khalifa feat. Charlie Puth, soundtrack film “Furious 7”)  hingga reggae cover “Hello” (Adelle) yang dilihat hampir 15 juta pengguna internet.

Mempertimbangkan banyaknya pengiri acara, juga untuk memuaskan pengunjung menikmati musik rasta, Bali Reggae Star Festival 2016 sengaja dimulai lebih awal sekitar pukul 14.00 wita hingga menjelang tengah malam. Selain itu suasana festival secara khusus didesain  oleh tim Archimetriz Architect.

“Seperti gelaran tahun lalu, acara ini merupakan konser amal. Kami bekerja sama dengan Yayasan Manik Bumi, di mana hasil penjualan tiket nantinya akan dipergunakan untuk membuat tong sampah yang akan disebarkan di seluruh Bali,” tambah Gung Anom.

Musik reggae menjadi salah satu dari beberapa musik asli yang masih bertahan hingga saat ini. Kepopulerannya tetap bertahan dan secara spontan dihidupkan oleh pengalaman hidup, emosi dan tradisi. Saat ini musik Reggae adalah musik yang penuh perasaan yang mewakili kekuatan sosial untuk mengekspresikan tekanan kehidupan sehari-hari dengan cara memberikan gambaran, ungkapan dan membujuk orang-orang melalui lirik-lirik yang kuat. Musik yang berasal dari konfrontasi dan perjuangan yang tidak pernah menyerah untuk mendapatkan kebebasan. Hingga reggae bukan sekadar musik, tapi adalah cara hidup bagi banyak orang di seluruh belahan dunia. *231

regg