Beban Berat Motifora, Imbangi Sukses Album Pertama

Motifora

Grup band Motifora

RILIS video klip resmi “LDR” tampaknya cukup ampuh untuk meneruskan eksistensi grup Motifora. Terlebih lagi, memang banyak penggemar grup band berbahasa Bali ini yang meminta agar lagu “LDR” dibuatkan klip. Sebagai bukti, seminggu diunggah di Youtube sejak akhir Januari lalu, video ini sudah dilihat lebih dari 6.000 viewer. Sebelumnya malah beredar video “palsu” LDR kreasi penggemar grup ini, yang jumlah viewer nya malah mencapai 500 ribu lebih dalam kurun setahun.

“Bagi band pemula dan pendatang baru seperti kami itu sdh respon yang amat luar biasa untuk kami,” ujar Tunik, vokalis Motifora kepada mybalimusic.com.

Meskipun sudah banyak permintaan, Motifora belum terburu-buru untuk merilis album kedua. Menurit Tunik, saat ini album kedua masih dalam proses rekaman. “Mudah-mudahan tahun 2016 ini sudah bisa keluar, hanya beban beratnya adalah bagaimana kami bisa mengimbangi karya-karya di album pertama,” tambah Tunik.

Hal yang wajar, mengingat sebagai “pendatang baru” di kancah musik, Motifora di luar dugaan mampu menyita perhatian penikmat lagu berbahasa Bali. Tak heran jika Tunik dan kawan-kawan menyatakan tak pernah terpikir lagu-lagu Motifora bisa diterima dengan baik dan menjadi idola seperti saat ini.

“Kami yang berangkat dari desa, akhirnya melalui band bisa memiliki teman lebih banyak, dna ini menjadi motifasi kuat bagi kami. Terlebih pada awalnya ini hanya keisengan kami saja. Sebut misalnya sampul album yang fotonya diambil hanya menggunakan kamera HP, lalu sampul belakang yang diedit dengan aplikasi biasa. Proses rekaman juga dengan alat seadanya. Yang pasti kami amat sangat bersyukur. Suksma Hyang Widhi, album pertama Motifora direspon dengan amat sangat baik,” demikian Tunik. *231