Andrea Promo Album di Bali

Andrea1

Andrea Miranda

SUKA tidak suka, pemunculan Andrea Miranda di kancah music Indonesia dikait-kaitkan dengan nama besar sang ayah yang musisi kenamaan, juga sang bibi, biduanita ternama Tanah Air. Iya, kalau menyebut kiprah Andrea di dunia music, public mau tak mau menghubungkannya dengan pengaruh sang ayah, Purwatjaraka. Pun, dengan Trie Utami, adik kandung Purwatjaraka. Meski demikian Andrea sepertinya tak terlalu terpengaruh dengan pandangan tersebut.

Ya, Andrea tidak mengelak, namun ia pun tetap berusaha tampil sebagai dirinya sendiri, Andrea. Sama seperti album perdananya yang self titled, “Andrea Miranda”, yang belum lama ini dipromosikan di Bali. Andrea menggelar satu pertunjukan khusus di salah satu mall di kawasan Tuban, Kuta.

Meskipun mewarisi darah seni keluarga, pun mendapat pengaruh dari sang ayah, nyatanya perjalanan Andrea music cukup panjang sebelumnya akhirnya rekaman album sendiri. Dara yang sudah dekat dengan music sejak kecil ini, makin menunjukkan minat kuat di music ketika memutuskan kuliah jurusan music di Universitas Pelita Harapan. Sempat mengambil kursus singkat di Berklee Collage of Music, Amerika Serikat untuk music pop/R&B, juga menimba ilmu di Amerika Serikat di New York Film Academy. Hingga November 2015 lalu, Andrea meluncurkan album perdananya.

Tentu saja, album yang langsung diproduseri langsung oleh sang ayah, Purwatjacaraka ini melibatkan banyak musisi ternama. Sebut misalnya Dian HP, komposer senior Indonesia yang juga sebagai music director di album tersebut. Selain itu juga ada banyak nama lain seperti Tohpati, Ifa Fachir, Mhala Numata, Tantra Numata, Gabriel Harvianto dan Teza Sumendra.

Kepada wartawan, penyanyi yang beberapa kali terlibat dalam drama musikal ini menyatakan makin mantap memilih genre yang dianggapnya memiliki emotional value yang mendalam. Dikatakan, fenomena yang terjadi adalah seberat apa pun musik yang dihadirkan musisi luar selalu diterima dengan baik oleh masyarakat Indonesia. “Aku hanya ingin membuat orang lebih aware untuk tidak terbuai dengan fenomena itu. Aku coba memberi wadah bagi penyuka Glee dengan menghadirkan album ini dan menyadarkan masyarakat Indonesia bahwa ada musik semacam ini yang dibawakan anak negeri,” paparnya.

Untuk album yang memakan waktu penggarapan hingga 10 bulan ini, Andrea membawakan delapan lagu, Kalau Memang Kamu (Ciptaan Tantra dan Mhala Numata), Mereka Tahu Namaku (ciptaan Ifa Fachir dan Mhala Numata), Mengapa Rasa (ciptaan Ifa Fachir dan DRS), Rasa (Ifa Fachir dan Mhala Numata), Kamulah Cinta (ciptaan Dian HP dan Alim Studio), Stellar Sky (ciptaan Tantra dan Mhala Numata) dan dua lagu popular, Cinta Putih (ciptaan Titiek Puspa), serta Aku Cinta Kepadamu (ciptaan Dodo Zakaria, yang pernah dipopulerkan oleh Vina Panduwinata. (231)