Rochineng : 25 Hari untuk 5 Lagu

roch2

Ketut Rochineng (tengah) bersama penata musik Dek Artha, Widi Widiana, Dek Ulik, dan De Ama

MENYEBUT nama Rochineng, kiranya public lebih mengenal sosok ini sebagai Kepala Biro Kepegawaian Daerah (BKD) Provinsi Bali. Pun, sebagai tokoh petinggi salah satu ormas besar di Bali. Namun di pengujung tahun ini, Rochineng tampil jauh berbeda. Kali ini, ia menjadi penyanyi lagu pop Bali. Bukan sekadar menyanyi, tetapi sudah merampungkan satu rekaman dalam format DVD video klip yang diberi judul “Bali Shanti”.

Kalaulah rekaman ini dikatakan istimewa, kiranya tak terlalu berlebihan. Pasalnya, pria berkumis ini tak hanya menyanyi, tetapi juga menciptakan sendiri seluruh lagu di rekaman tersebut. Selain “Bali Shanti”, juga terdapat lagu “Tuah Adi”, “Idupe Kelintang Asri”, “Pada Gelahang”, dan “Ajegang Gumi Baline”. Menariknya lagi, seluruh proses untuk 5 lagu — mulai dari menciptakan lagu, take vokal dan penggarapan musik di Harta Pro pimpunan Dek Artha, plus pembuatan video klip oleh Malonk Studio yang dikomandani Dewa Mayura — dituntaskan hanya dalam waktu 25 hari.

Kepada awak media di Denpasar belum lama ini Rochineng menuturkan, ia tidak menjadwalkan waktu secara khusus untuk keseluruhan proses tersebut. Misalnya saja saat dalam perjalanan menuju kantor atau di waktu sela ia mendapat ide lagu, langsung ia tulis. Lagu yang masih mentah itu pun langsung disodorkannya ke penata rekaman Dek Artha, yang awalnya mengira hanya akan menyelesaikan satu lagu saja. Kelar take vokal lagu pertama, keesokan harinya ternyata sudah siap lagu kedua. Dek Artha pun sempat memberikan penilaian, meskipun belum pernah rekaman sebelumnya, namun saat berhadapan dengan mikropon, pitch control Rochineng lumayan stabil. Tentu saja ini mempermudah proses rekaman secara keseluruhan.

Pemilik nama lengkap I Ketut Rochineng, S.H., M.H. ini pun membantah kalau aji mumpung, sim salabim masuk ke dunia musik. “Kalau dibilang seketika, tiba-tiba saja saya menyanyi, nggak juga. Jauh sebelumnya saya sudah suka menyanyi, bahkan dalam beberapa kesempatan kumpul-kumpul atau acara kantor, saya sudah sering menyanyi. Cuma kalau ide untuk membuat rekaman ya baru muncul idenya belakangan, termasuk berkat dorongan semangat dari teman penyanyi pop Bali seperti De Ama yang beberapa waktu lalu merilis album baru,” papar Rochineng.

Dengan jaringan pertemanan pada banyak kalangan, Rochineng optimis album “Bali Shanti” bisa terjual dalam jumlah cukup banyak. Meskipun demikian ia menyatakan bukan keuntungan material yang ingin dikejarnya dari proyek rekaman ini. Bahkan sedari awal ia sudah berkomitmen, hasil penjualan “Bali Shanti” akan disumbangkan untuk warga miskin yang membutuhkan. “Kalau rekamannya laku, banyak terjual, hasilnya akan saya sumbangkan. Kalaupun misalnya tidak laku, saya juga akan tetap menyumbang,” tegasnya.

Ditambahkan, ide untuk membuat rekaman yang berisikan pesan sosial kemasyarakatan juga rencana menyumbangkan hasil penjualannya, seluruhnya murni dari pemikirannya sendiri. “Berawal dari dasar filsafat bagaimana selayaknya kita bisa berbuat baik untuk semua orang. Bahwa bagaimana dengan apa yang kita miliki, dengan apa yang saya miliki sekarang ini, bisa dipergunakan untuk membantu banyak orang,” jelasnya.

Untuk memperkenalkan secara luas rekaman “Bali Shanti”, satu acara peluncuran telah disiapkan, Minggu (6/12) di panggung terbuka Ardha Candra, Taman Budaya Denpasar. Acara yang akan disaksikan langsung oleh Gubernur Bali, Made Mangku pastika itu juga dimeriahkan penampilan penyanyi pop Bali, Widi Widiana dan Dek Ulik, serta lawak Sembroli. (231)