Gung Galih pun Kepincut “Batu Akik”

Gung Galih

Gung Galih

MENYUSUL makin banyaknya bermunculan penyanyi pendatang baru, yang kian dimudahkan dengan makin gampangnya proses serta peluang untuk membuat rekaman sendiri, cukup sulit menemukan jejak penyanyi senior lagu pop Bali yang masih berkarya. Di antara yang jarang tersebut, masih ada nama Gung Galih.

Ya, penyanyi sekaligus musisi yang di tahun 90-an dibesarkan di Intan Dewata Record dan Canting Camplung ini ternyata masih tetap “setia” di dunia yang mengangkat namanya dulu. Selain menggarap lagu dan musik untuk penyanyi pendatang baru, sesekali ia pun masih unjuk kebolehan di atas pentas. “Ya … biasalah, sesekali ada juga job yang masih saya jalani,” ujarnya kepada mybalimusic.com

Yang terbaru, Gung Galih juga mengeluarkan lagu baru berjudul “Batu Akik”. Lagu ini menjadi salah satu andalan di album kompilasi berjudul sama yang dirilis di bawah bendera Kandasuta Record. Di album yang dikemas dalam format VCD ini, Gung Galih membawakan tiga lagu, selain “Batu Akik” juga ada “Gianyar ke Kintamani” dan “Sate Isi”. Ia pun tak memungkiri ide membuat lagu “Batu Akik” karena melihat trend di masyarakat saat ini. Hingga ia kepincut dengan batu perhiasan yang banyak diburu dan dikoleksi ini.

“Ya melihat perkembangan saja, yang katanya sekarang ini jaman batu akik. Hehehe … Gara-gara batu akik jadi lupa segala hal. Itu yang mendorong saya tertarik mengangkat fenomena ini ke dalam lagu, agar sesuai dengan masanya,” jelas Gung Galih.

Sekalipun harus kini disatukan dalam satu album, berbagi porsi dengan penyanyi baru yang usianya jauh di bawah, Gung Galih mengaku tidak merasa rikuh atau lainnya. “Yang jelas saya bangga juga, banyak pendatang baru mengisi lagu pop Bali saat ini. Mari saling mendukung,” pungkasnya. *231