Can You See Music Padukan EDM dengan Teknologi Visual Canggih

Hei2

DJ Riri menghibur pengunjung Heineken Green Room – Can You See Music

HANG OUT dan menikmati electronic dance music (EDM) di tempat hiburan malam, itu sudah biasa. Menjadi luar biasa dan memikat, ketika EDM bermandikan permainan cahaya dan dipadukan dengan teknologi visual canggih. Inilah yang dijanjikan acara bertajuk “Heineken Green Room – “Can You See Music”. Di Bali, acara digelar dua kali, Rabu (30/9) di Mirror Club, Seminyak, dan Sabtu (3/10) di Velvet Restaurant & Hypnotized Club, kuta. Dua DJ kenamaan yang mengisi acara di Bali, DJ Dipa Bharus dan DJ Riri.

Sesuai janjinya, produsen bir Heineken selaku penggagas acara, secara eksklusif menghadirkan original sound experiment bagi para pencinta teknologi dan genre EDM. Kepada awak media sebelum pagelaran di Mirror Club, marketing manager Heineken, Jessica menjelaskan, Heineken Green Room adalah sebuah kolaborasi antara musik EDM dan teknologi visual yang canggih dimana konsumen diajak untuk ‘melihat’ musik dan berinteraksi secara langsung dengan teknologi dan pertunjukan visual spektakuler.

Untuk eksperimen dimaksud, pengunjung bisa terhubung dengan sebuah teknologi bola raksasa canggih “The Orb” yang akan menjadi pusat pertunjukan visual spektakuler dan interaktif. Untuk menikmati eksperimen ini secara penuh, pengunjung harus menggunakan aplikasi mobile Heineken Green Room untuk perangkat berbasis Android dan iOS.

“Didukung dengan aplikasi mobile Heineken Green Room, konsumen dapat berinteraksi dengan fitur yang ditawarkan oleh The Orb, di antaranya dengan fitur selfie yang akan menampilkan avatar wajah pengunjung pada The Orb,” jelas Jessica.

Edwin Marcel Lengkei selaku promotion coordinator acara menambahkan, selain fitur dimaksud, pengunjung juga dapat mengakses  fitur monitor dan laporan energi yang dikeluarkan oleh pengunjung setelah acara usai. Begitu  pula adu dance antara konsumen dengan The Orb. “Acara di Bali merupakan bagian dari rangkaian show di tujuh kota besar di Indonesia. Berawal di Potatoe Head Garage, Jakarta, Agustus lalu. Puncaknya nanti akan kembali ke Jakarta lagi,” demikian Edwin. *231