Konser Rock Sambut 70 Tahun Proklamasi RI

rockBANYAK cara bisa dilakukan untuk menyambut dan memeriahkan peringatan hari kemerdekaan Republik Indonesia. Salah satunya dengan unjuk kreativitas di bidang musik. Inilah yang dilakukan grup musik AMS, dengan menggagas acara Bali Merah Putih Rock Concert 2015. Acara yang memasang tagline AMS Strikes Back ini bakal digelar di Boshe Club, Kuta, 18 Agustus mendatang. Selain AMS, tampil pula Ade Karang & The Stars, Sonnor, Loggizt, Dejavu, dan Sikite.

Menurut Iwan, salah satu panitia, selain tujuan utama memeriahkan HUT RI ke-70, konser ini juga ditujukan untuk membangkikan kembali kejayaan musisi-musisi rock di Bali. Selain tentunya sebagai wadah unjuk kepiawaian musisi-musisi penerus di Bali. “Ini juga kesempatan, wadah apresiasi bagi pecinta music rock di Bali, wadah untuk sharing pengetahuan/keterampilan antarmusisi, dan tentunya mempererat persahabatan antar musisi dan antar pencinta musik rock,” jelas Iwan.

Keinginan kuat untuk menggelar konser musik rock juga dari munculnya kecenderungan musisi atau grup music rock di Bali yang lebih banyak berjalan sendiri-sendiri, tanpa visi kebersamaan untuk membangun image musik Bali yang bisa dibanggakan. “Bisa dikatakan tercetus semacam kerinduan beberapa pecinta dan musisi rock senior Bali untuk ‘membangun’ kembali masa kejayaannya, terutama era tahun 1990-an. Selain memberikan wadah bagi musisi Bali yang sudah lama tidak tampil untuk berkiprah kembali di panggung terbuka,” demikian Iwan.

Soal nama acara AMS Strikes Back, tak lepas dari keberadaan penampil utama yang juga menjadi penggagas acara ini, grup AMS. Dulunya, AMS merupakan singkatan dari Ade, Merta , Sigit. Tahun 1987, Ade Karang dan Merta masih bermain musik dengan nama Kamalasana bersama Gusde Ram (drum), Ade Karang (bass, vokal, synthesizer) dan Merta (gitar). Trio ini kerap memainkan musik milik Rush, grup progressive rock asal Kanada. Hingga Sigit (drummer Braseilla dan La barong) datang melihat latihan Kamalasana. Sigit yang juga kemudian tertarik dengan musik alas Rush mengemukakan keinginan main bersama. Ade Karang dan Merta setuju, hingga muncullah trio baru AMS (Ade, Merta, Sigit).

Dalam perjalanannya, AMS dikenal sebagai cover band Rush dari Bali hingga sempat menjajal pentas di Malang dan Banyuwangi. Tahun 1990 Merta hijrah ke Jerman, dan posisinya digantikan Sinyo, salah satu arranger musik pop Bali. Setahun berikutnya, setelah Karang pergi ke Amerika untuk pendidikan musik di Musicians Intitute of Hollywood, AMS menghilang dari peredaran. Sempat reuni kecil-kecilan dia khir 90-an, beberapa kali AMS mengalami pasang surut. Hingga di tahun 2010 Ade Karang yang sudah kembali dari Jakarta, membentuk komunitas Indie Band dengan nama Prog. World. April 2015 Ade Karang merekrut musisi muda berbakat untuk membangkitkan kembali AMS dengan formasi Ade Karang (bass, vokal, synthesizer), Agus Sonnor (gitar), Dimas Brahmanda (drum). Kini, “reinkarnasi” AMS siap meramaikan kembali pentas musik di Bali dengan lagu-lagu orisinil bernuansakan progressive rock. *231