Gitar Balawan Jadi Ikon Baru HRC Bali

Balawan2

Disaksikan Rudy Tjung, GM Hard Rock Cafe Bali, Balawan menandatangani gitar kesayangannya untuk dijadikan memorabilia

* JADI “MEMORABILIA”, BAKAL DIPAJANG KELILING DUNIA

UNTUK pertama kalinya, Hard Rock Cafe (HRC) Bali menjadikan gitar milik musisi lokal sebagai memorabilia atau barang kenangan. Tak hanya itu, bahkan sekaligus dibuatkan replikanya dengan ukuran tinggi mencapai hampir empat  meter. Kepercayaan sekaligus keberuntungan itu didapat musisi asal Batuan, Sukawati, Gianyar, yakni Balawan.

Ya, sejak 14 Juni lalu, replika gitar double-neck Balawan berdiri megah di depan HRC Bali di pantai Kuta. Rabu (24/6) Balawan juga menandatangani gitar aslinya, sekaligus menandai resminya gitar tersebut berada di bawah naungan HRC Bali. Tak hanya menjadi salah satu memorabilia di HRC Bali bersama memorabilia musisi dunia lain yang telah lebih dulu ada di sana, gitar double-neck Balawan juga akan dipajang keliling dunia, bergiliran menjadi memorabilia di Hard Rock Cafe di berbagai puluhan negara.

Kepada wartawan, Rudy Tjung selaku general manager HRC Bali menjelaskan, HRC Bali yang  sudah memasuki 22 tahun, baru mulai memiliki ikon gitar raksasa atau giant guitar sejak 2011. Setelah empat tahun, ada keinginan untuk mengganti model gitar tersebut, dan sejumlah usulan diajukan ke manajemen Hard Rock International di Amerika, namun tidak disetujui. Giliran manajemen di sana memberikan alternatif, gitar yang diusulkan dianggap biasa saja, tidak ada keistimewaan. Hingga muncul usulan untuk menggunakan potensi musisi local yang punya ciri khas dan telah mendunia. Pilihan itu ada pada gitar double-neck Balawan, yang sebelumnya juga pernah manggung di HRC Bali. Usulan disetujui, hingga kini gitar asli dan replikanya menjadi ikon, daya tarik baru bagi pengunjung Kuta.

“Ini untuk pertama kalinya Hard Rock Cafe Bali menjadikan replika gitar musisi lokal untuk dipajang sebagai giant guitar. Sepanjang sejarah Hard Rock Cafe di seluruh dunia hanya ada dua gitar musisi local yang mendapat kepercayaan ini, satunya lagi di Amerika, tetapi itu gitarnya biasa saja. Berbeda dengan double-neck gitar Balawan yang memang khas,” jelas Rudy Tjung.

Balawan sendiri mengatakan sangat senang dan merasa sangat dihargai. Jika kebanyakan musisi internasional lain hanya barang atau gitarnya saja yang dipajang sebagai memorabilia, ini sekaligus dibuatkan replikanya untuk giant guitar. Ia pun merelakan gitar kesayangan yang sekian lama diajaknya tampil di berbagai acara hingga keliling dunia itu untuk diserahkan ke HRC Bali. Untuk momen serah terimanya sendiri dilaksanakan dalam satu theatrical show bertajuk Balawan Bali Rock All Star, 14 Juni lalu.

“Ketika double-neck guitar ini dibuat, sudah ada keinginan untuk membuatnya menjadi khas. Ciri khas Bali tetap ada, selain double-neck yang kalau diperhatikan seperti gapura, juga ada aksen khas Bali pada body gitar. Tidak harus kotak-kotak hitam putih atau poleng untuk menandakan Bali,” papar Balawan.

Menurutnya, dengan teknologi komunikasi seperti sekarang, sangat mudah bagi siapa saja untuk bisa mencari tahu lebih jauh tentang sesuatu. Misalnya ketika mereka yang di luar negeri melihat memorabilia gitar double-neck  Balawan, dengan mudah mereka bisa mencari tahu di internet entah di mesi pencari seperti google, atau melihat rekamannya di youtube. “Jadi nantinya ketika gitar ini keliling ke berbagai tempat di dunia, orang tidak hanya tahu siapa musisinya, tapi sekaligus mengangkat nama Bali juga. Dibandingkan dengan gitaris dunia seperti Joe Satriani, Steve Vai, permainannya bisa diikuti atau ditiru. Tapi apa yang bisa membedakan seorang Balawan, ya gitarnya yang khas ini,” jelas Balawan.

Balawan menjadi endorse Rick Hanes, label gitar nasional yang dibuat oleh Tommy Kaihatu di Sidoarjo, Jawa Timur. Rick Hanes yang telah diakui secara internasional, berkontribusi besar untuk pembuatan gitar bagi sejumlah musisi di Indonesia, termasuk Balawan. Bahkan gitar double-neck model yang dipesan Balawan menjadi produk khas atau signature Rick Hanes. “Kalau tidak salah hingga saat ini sudah ada enam orang yang memiliki gitar model ini, yang pesan adalah kolektor,” ujar Balawan.

Di bagian lain Rudy Tjung menambahkan, Hard Rock Café Bali selalu mendukung industri musik baik internasional maupun tanah air. Selain sering menjadi tempat untuk berbagai acara musik, Hard Rock Cafe juga terus berusaha berperan dalam ranah musik Indonesia, khususnya Bali. Wujud nyata komitmen itu salah satunya dengan menempatkan gitar double-neck Balawan yang asli sebagai memorabilia, tepat di pintu masuk Club-level. *231

Balawan1

Balawan dengan gitar kesayangan dan replikanya, bersama Rudy Tjung, GM Hard Rock Cafe Bali