Widi Widiana Jualan “Nasi Goreng Spesial”

Widi

Widi Widiana

WIDI Widiana yang punya jualan baru. Kali ini ia jualan nasi goreng spesial. Tak tanggung-tanggung, ia mematok harga 35 ribu rupiah untuk dagangannya.  Apakah penyanyi yang dikenal dengan lagu pop Bali musik bernuansa mandarin ini alih profesi?

Widi Widiana memang punya kesibukan baru, mulai memperkenalkan dagangan barunya. Tapi ia tidak beralih profesi buka warung atau kafe. “Nasi Goreng Spesial” adalah rekaman terbarunya yang dikemas dalam bentuk audio CD. Tepat 1 Juni lalu, ia mulai memperkenalkan album solonya ini ke publik.  “Nasi Goreng Special” sendiri selain menjadi judul album, juga menjadi lagu andalan Widi.

Kepada wartawan di Seminyak, Kuta, Rabu (3/6), Widi menuturkan kalau lagu yang berjudul unik itu tidak jauh dari tema kisah cinta. Ibaratnya nasi goreng special pakai telor dan tambahan daging, begitu pula kisah cinta kepada seorang gadis yang dituturkannya dalam lagu tersebut. “Ini jadi lagu kedua saya yang mengambil judul makanan, setelah lagu Celeng Guling sekitar 13 tahun silam,” jelasnya sembari tertawa kecil.

Tidak hanya judul lagunya yang bermakna special, album rekaman ini sendiri punya kesan yang memang khusus bagi penyanyi bernama asli Ketut Widiana ini. “Nasi Goreng Spesial” sekaligus menjadi album untuk mengenang almarhum ayahandanya, Ketut Diana, yang sudah meninggal dunia 10 tahun silam. “Jadi momen album ini beredar, bertepatan dengan 10 tahun ayah saya meninggal. Karena itu pula saya nyanyikan kembali lagu Luh Baju Barak ciptaan almarhum, dengan aransemen musik baru,” jelasnya.

Lagu “Luh Baju Barak” pertama kali direkam 1993, dan menjadi hits pertama Widi Widiana saat masih berada di bawah panji Maharani Record, duet bersama sang adik, Sri Dianawati.

“Nasi Goreng Spesial” juga menjadi penanda kembalinya penembang “Sesapi Putih” ini di kancah rekaman setelah terakhir merilis rekaman tujuh tahun silam. Selama tujuh tahun belakangan pula, Widi meneruskan kiprahnya di tarik suara dengan mengisi sejumlah acara dan tampil di berbagai panggung pertunjukan.  Waktu yang lama bagi Widi untuk menghasilkan rekaman baru karena berbagai pertimbangan. “Untuk proses pengharapan memakan waktu sekitar satu tahun, karena dikerjakan secara bertahap. Selain itu sambil mengumpulkan lagu yang benar-benar pas atau cocok untuk saya bawakan,” jelasnya.

Di album terbarunya ini, Widi Widiana tetap menghadirkan karya pencipta lagu pop Bali kawakan seperti Komang Raka yang menciptakan banyak hits untuk Widi di awal 2000-an. Selain itu juga terdapat karya Dewa Mayura, Yan Mus, Dek Artha, Putu “703”, dan satu lagu karya Widi Sendiri. Soal warna musik, Widi juga mencoba untuk tetap setia di jalur pop yang bernuansa mandarin. Sebanyak 8 lagu yang disodorkan dalam album ini “Nasi Goreng Spesial”, “Luh Baju Barak”, “Kapah jumah”, “Pada-pada Ngelah Hobi”, “Kidang Sengap”, “Cinta Materi”, “Sing Kenken”, dan “Formalin Sik Luh”.

Mengenai lagu unggulan, Widi menjelaskan semuanya diunggulkan.  “Bagi saya sendiri sebenarnya materi dalam album kali ini semua lagu pilihan. Semoga bisa menjadi hits semua. Berhubung lagu yang judulnya Nasi Goreng Spesial menurut saya agak unik, jadi itu yang saya pilih sebagai judul album, sekaligus sebagai single hits pertama,” demikian Widi.

Penyanyi asal Legian, Kuta ini memang mulai melejit kariernya saat bergabung di Maharani Record awal 90-an dengan merilis rekaman bersama adik kandungnya, Sri Dianawati. “Hijrah” ke Aneka Record, Widi makin populer dengan album “Kasmaran” dan benar-benar booming dengan “Sesapi Putih” di tahun 1996. Bersama Aneka Record, Widi merilis 10 album termasuk “Yen Saja Sayang”, “Metulak Singkal”, “Tresna Kaping Siki”, “Tekor Bubuh”, “Layonsari”, “Tepen Unduk”, hingga “Dasa Menit”, “Nganten Muda”, dan “Boya Guyu-guyu”. Ia juga sempat merilis album di bawah label sendiri, Diana Record, dengan judul “Takut-takut Bani” yang menghasilkan hits “Janji Bulan November”.

Menginjak tahun 2000-an, nama Widi Widiana masih berkibar di puncak tangga lagu pop Bali, meskipun banyak penyanyi generasi baru bermunculan. ia masih berjaya dengan sejumlah hits seperti “Sampik Eng Tay”, ““Kupu-kupu Nakal”, “Suksma Hyang Widhi”, “Sayang”, “Kesiab-kesiab”, “Dokar Tresna” dan “Gek Cantik”. *231