“Pul Sinoge” Mendunia, Puspa Bangga

Puspa1

Puspa Dewi

PENYANYI juga penari, Puspa Dewi, tengah berbangga. Pasalnya, salah satu lagu tradisional Bali untuk permainan anak-anak yang dinyanyikannya, “Pul Sinoge”, dimasukkan sebagai salah satu materi di album musik kompilasi internasional yang dirilis label kenamaan Putumayo. Lagu itu terangkum di album berjudul “Asian Playground” yang dirilis secara luas sejak Maret lalu.

“Saya sangat senang, tak bisa diungkapkan dengan kata-kata. Berbanggalah kita sebagai masyarakat Bali karena lagu dari daerah kita bisa diterima dan dijadikan kompilasi untuk diperdengarkan secara luas di seluruh dunia,” komentar Puspa dalam satu perbincangan dengan mybalimusic.com.

“Asian Playground” yang memuat 11 lagu permainan anak-anak diisi penyanyi dari berbagai negara seperti Cina, India, Jeang, Korea, Thailand, Malaysia, Philipina, dan Srilanka. Dari Indonesia, selain Puspa Dewi dengan lagu berbahasa Bali, juga ada Marsada dengan lagu “Marsittogol”. Dengan keragaman budaya Asia, diharapkan album ini menjadi semacam perjalanan “magis” sekaligus pendidikan melalui lagu-lagu anak-anak tradisional dan modern. Koleksi musik anak-anak yang meramu musik tradisional dan instrumen dengan gaya modern diharapkan akan menginspirasi anak-anak muda untuk belajar lebih banyak tentang benua Asia yang menarik dan penuh keragaman seni budaya.

“Semoga ke depan kita sebagai orang Bali makin mencintai dan melestarikan khususnya lagu anak-anak yang sudah diciptakan leluhur kita dengan sangat sederhana, mudah dicerna, dan pastinya sangat bagus. Saya juga berharap agar anak-anak khususnya anak-anak Bali agar menyanyi sesuai dengan umur, supaya tidak menyanyi lagu percintaan saja,” harap Puspa.

Puspa Dewi mengawali kiprahnya di dunia seni sebagai penari tradisional. Pertemuannya dengan pembuat film dokumenter Kevin Bird, dibantu rekannya Peter Hechkmann mengantarkannya pada tahapan baru sebagai seorang penyanyi. Hingga di tahun 2008, muncullah album perdananya yang diberi judul “Someday” yang memuat lagu berbahasa Indonesia dan Inggris. Berselang dua tahun kemudian, biduanita asal Gianyar ini merilis rekaman “Bird and Flower”. Bedanya, album ini mengangkat sejumlah lagu rakyat Bali yang mungkin sudah banyak dilupakan dan tenggelam oleh hiruk pikuk industri musik modern. Lagu rakyat seperti “Pul Sinoge”, “Macepatan”, “Jenggot Uban”, “Meong Meong”, yang selama ini dikenal dengan alunan musik tradisional sederhana, dikemas dengan beragam musik dunia seperti pop, bossas, nuansa latin, juga jazz. *231