Hitam Putih Album Perdana Motifora

Motif1CUKUP lama malang-melintang di berbagai acara musik hingga menjajal kemampuan di sejumlah festival hingga keluar Bali, Motifora Band akhirnya merilis album rekaman sendiri. Album dalam format CD audio yang diberi judul “Hitam Putih” itu, kini sudah mulai disebarkan ke sejumlah daerah di Bali. Album ini memuat 8 lagu, 4 lagu berbahasa Bali — “Ngalahin Gumi”, “LDR”, “Meme”, “Hitam Putih” — dan 4 lagu berbahasa Indonesia — “Rasakan Rasaku”, “Dua Hati”, “Melayang”, dan “Cahaya Hati”.

“Rekaman pertama ini menjadi kesempatan bagi kami untuk banyak belajar. Kami sadar masih ada kekurangan. Pada dasarnya kami hanya mencoba mengemas tiap nada dan kata-kata secara sederhana, dengan harapan walau sederhana tapi bisa menjadi sesuatu yang istimewa bagi yang mendengarkan,” jelas Tunick, vokalis Motifora.

“Hitam Putih” menjadi penantian yang cukup lama bagi Motifora. Sedari awal terbentuk, grup ini sudah terpikir unyuk membuat karya sendiri, terlebih setelah demo rekaman mereka mendapat respon positif dari penikmat musik. Membuat album dengan modal sendiri, bukanlah hal yang mudah bagi personel Motifora. Proses rekamannya pun membutuhkan waktu yang sangat lama karena terbentur jarak antarpersonel lainnya, ada yang tinggal di Bali dan ada yang tinggal di Lombok dan di Bali.

Untuk lebih memperkenalkan “Hitam Putih” kepada penikmat musik, Motifora memilih dua lagu untuk dijadikan andalan dalam promosi, “Ngalahin Gumi” dan “Rasakan Rasaku”. “Keinginan kami sederhana saja, ingin lebih memperkenalkan musik ala Motifora dengan cara selalu berkarya. Sebagai generasi muda, band yang berasal dari Buleleng, kami ingin turut men-jengah-kan Buleleng melalui seni musik,” demikian Tunick.

Motifora yang didukung Tunick (vokal, gitar), Rheno (gitar melodi), Eri (bass), dan Anna (drum) berasal dari desa Munduk, kecamatan Banjar, Buleleng. Grup ini terbentuk 17 April 2009 dengan nama semula Motiforline. Meskipun datang dengan latar belakang dan dasar bermusik yang berbeda-beda, namun keempat anak muda ini mencoba melebur dalam satu visi dan misi dalam bermusik, bagaimana menghibur dan menyenangkan masyarakat.

Grup yang memilih bermain di jalur pop rock alternative ini pernah penjadi finalis dalam ajang festival bergengsi yang digelar salah satu produk rokok, dengan masuk 12 besar seleksi area Bali-Nusra. Selain itu juga pernah menjadi 10 besar di Festival Gong 2010 yang digelar JTV Surabaya. *231