Gus Teja Tampil di Penang World Music Festival

Kecak di Tengah World Music

GUS TEJA bersama timnya di GTWM (Gus Teja World Music) mendapat satu kesempatan istimewa belum lama ini. Mereka diundang tampil di negeri jiran, Malaysia serangkaian Penang World Music Festival. Ada banyak kesan dan pengalaman luar biasa yang dirasakan musisi yang sudah menghasilkan dua album instrumental ini.

“Saya dan grup sangat menikmati hari-hari kami di sana, karena di samping fasilitas yang diberikan istimewa, kami juga bisa bertemu dan berkenalan dengan para musisi world music dunia,” cerita Gus Teja.

GTWM berada di Malaysia selama lima hari, 29 Maret – 2 April lalu. Mereka menjadi satu-satunya wakil dari Indonesia di event tersebut. Selain dari Bali, penampil lainnya dari Rusia, New Zealand, Guinea-Afrika, Mongolia, Korea Selatan, Colombia, Vanuatu, Vietnam, Belgia, Irlandia, Australia, Philippines, dan Malaysia selaku tuan rumah.

Gus Teja saat tampil di Penang  World Music Festival (foto by : Danny Lim)

Gus Teja saat tampil di Penang World Music Festival
(foto  : Danny Lim)

Dalam event world music yang dibagi menjadi tiga hari pertunjukan itu, dan GTWM mendapat kesempatan tampil hari terakhir, 1 April. Delapan lagu dari kedua album mereka dimainkan, selain lagu-lagu yang belum dirilis ke dalam album. Seperti komentar sejumlah penikmat musik melalui internet dan blog, Gus Teja menjadi penampil yang banyak disukai selain dari Mongolia.

“Memang benar, dan mereka sangat antusias dan bersemangat sekali dalam menikmati tiap sajian world music yang kami bawakan,” cerita Gus Teja.

Pengalaman berkesan lainnya, saat semua musisi mengadakan work shop singkat yang juga dihadiri banyak penonton. Setiap grup menunjukan ciri khas dari daerahnya masing-masing. Saat itu Gus Teja membawakan kecak dan penonton di sana sangat mengenal kecak dengan baik. Di akhir acara semua musisi melakukan jamming. “Auranya terasa sangat luar biasa. Ini sangat menyenangkan, karena saat itu kita bisa sharing kebudayaan dengan semua orang, dan bisa memperkenalkan budaya Bali melalui musik kepada semua orang,” demikian Gus Teja.

Satu hal yang juga berkesan bagi Gus Teja dan kawan-kawan, adalah profesionalitas dari pihak penyelenggara di sana, yang sangat sigap, cekatan, dan profesional dalam menyelenggarakan event itu dan memperhatikan pengisi acara, sehingga semua bisa tampil dengan nyaman. “Mungkin hal-hal semacam ini patut kita contoh untuk event-event di Bali yang bersifat internasional,” harap Gus Teja. *** adn