Ketika Dek Ulik Jadi Penggemar Berat Widi Widiana

ulik1

Dek Ulik jadi penonton ketika Widi Widiana, penyanyi idolanya tampil di Taman Budaya Denpasar, Sabtu (25/10)

PENYANYI mengagumi dan menggemari penyanyi lain, mungkin bukan hal yang aneh atau sesuatu yang luar biasa. Begitu pula di kalangan penyanyi lagu pop Bali. Namun ada kisah menarik ketika biduanita Dek Ulik menjadi penggemar berat Widi widiana, sedari dulu saat ia masih remaja, dari “bukan siapa-siapa” hingga kini sudah menjadi penyanyi lagu pop Bali ternama.

Hal itu terlihat ketika Widi Widiana tampil di acara Konser 3 Zaman di panggung terbuka Ardha Candra, Taman Budaya Denpasar, Sabtu (25/10) lalu. Dek Ulik menjadi penonton paling pertama yang tiba, bahkan ia menonton dengan membeli tiket sendiri, bukan masuk gratisan. Walau petugas penjaga pintu masuk agak heran juga mendapati seorang Dek Ulik masuk dari pintu penonton, bertiket pula.

Sepanjang penampilan Widi Widiana, Dek Ulik “setia” menyaksikan dari depan, bahkan juga menghadiahkan bunga tangan sebagai ucapan selamat dan sukses untuk sang idola.

“Kemarin untuk pertama kalinya saya bisa nonton konsernya Widi Widiana dari depan, bukan dari belakang panggung. Keinginan yang sudah begitu lama, baru bisa terwujud, ironis ya? Mungkin ada yang menganggap apa yang saya lakukan itu aneh, lebay atau apalah. Tapi saya, Dek Ulik, tidak merasa malu atau gengsi untuk mengakui kalau saya penggemar berat Widi Widiana. Dari dulu hidup saya yang susah saya bisa terhibur dengan lagu-lagu dari seorang Widi Widiana, itu satu hal yang takkan bisa saya lupakan. Saya hafal lagu Widi, yang mana saja,” cerita Dek Ulik panjang lebar dalam obrolan dengan mybalimusic.com, Senin (27/10).

Penyanyi yang bernama asli Ni Made Suastini ini pun berkisah bagaimana awalnya ia menjadi penggemar Widi Widiana mulai dari lagu “Tresna Ngantos Mati”. “Cuma sayangnya dulu saya masih sekolah, hidup juga susah, hehehe …. Jangankan beli tiket untuk nonton, beli kasetnya, saya bisa sekolah saja sudah bersyukur. Jadi saya setia menunggu video klipnya tayang di TVRI, juga dengar lagu-lagunya dari radio tetangga,” kenang Dek Ulik.

Kenangan yang tak terlupakan, ketika Dek Ulik harus berusaha bangun pagi-pagi mulai pukul 5, berangkat ke pasar dan bekerja sebagai tukang suwun agar dapat uang untuk biaya sekolah. Sembari maburuh ia membawa walkman pinjaman sepupunya untuk mendengarkan lagu-lagu Widi Widiana. Kegemaran terhadap lagu pop Bali, juga termotivasi melihat sukses penyanyi pujaan, itu pula yang mendorong Dek Ulik ingin mencoba menjadi penyanyi. Hingga ia mendapat kesempatan untuk ikut rekaman di Intan Dewata Record. Ini pula yang membukakan jalan baginya untuk bertemu langsung dengan sang idola.

“Saya pertama kali bertemu langsung dengan Widi Widiana pertama kali kalau tidak salah saat ada acara di pura Batur, ketika saya sudah menjadi penyanyi, dan saya numpang dengan Yan Se. Tapi sayang, jangankan untuk foto bersama — saat itu tidak ada HP dengan kamera, tustel juga tidak punya – untuk menyapa saja nggak bisa. Karena ketika itu Widi sedang ngetop-ngetopnya, di mana pun selalu diperlakukan khusus, termasuk tempat duduknya beda dengan kami, penyanyi mara mentik,” cerita Dek Ulik.

Sementara itu Widi Widiana sendiri juga mengatakan tidak menyangka kalau Dek Ulik jadi penggemarnya sedari dulu. Bertambah lagi keheranannya saat mendengar cerita bagaimana Dek Ulik hafal ingat alamat rumahnya, pernah mengirim surat, juga hafal semua lagunya.

“Saya tidak menyangka, karena nggak pernah ada bilang sebelumnya. Dalam pandangan saya, Dek Ulik seorang penyanyi yang rendah hati. Bisa dikatakan sekarang ia menjadi sosok penyanyi yang sudah diakui secara luas kemampuan olah vokalnya, sudah menghasilkan sekian banyak album sukses, tetapi dia tidak gengsi mengaku sebagai penggemar Widi Widiana. Saya benar-benar tidak menyangka kemarin dia datang waktu konser dengan beli tiket, nonton dari depan dan memberikan bunga pula. Benar-benar surprise,” ujar Widi Widiana.

Di sisi lain Dek Ulik pun tak malu menceritakan momen paling lucu yang pernah dilakukannya sebagai penggemar. Dek Ulik menulis surat dan dikirimkan ke rumah Widi Widiana, ternyata dibalas dan dikirimi pula foto sang idola dengan tanda tangannya. Oleh Dek Ulik, foto itu tiap malam ia pandangi dan sata tidur diletakkan di bawah bantal. Hingga tertanam dalam benaknya, bermimpi satu hari jadi penyanyi terkenal dan bisa duet dengan Widi Widiana. Apakah keinginan itu masih ada sampai sekarang?

“Iya, masih ada keinginan itu. Kalau dulu waktu awal-awal menyanyi, saya tahu itu sesuatu yang mustahil. Janganklan diajak, dilirik pun ogah. Hehehe … Tapi keinginan itu sempat tercetus lagi saat kami berdua tampil di Palu, Sulawesi belum lama ini. Malah Widi Widiana kaget dan tak percaya waktu saya cerita kalau saya penggemar beratnya. Mudah-mudahan keinginan untuk rekaman duet bisa terwujud, karena itulah harapan kami,” tandas Dek Ulik. *231