Bintang dari Tiga Jaman Tampil Sepanggung

tiga jamanMESKIPUN masih menunjukkan geliat yang cukup bagus, tidak bisa dimungkiri, kreativitas musisi dan penyanyi di Bali mengalami penurunan yang cukup drastis dalam lima tahun terakhir. Semangat untuk berkarya masih tetap tinggi atau ada, namun dalam menyikapi kondisi yang memang kurang begitu kondusif, banyak yang tak bisa berbuat apa. Akibatnya bisa dirasakan dari merosotnya jumlah rekaman musisi Bali yang beredar saat ini.

Menengok ke belakang, lagu berbahasa Bali selama belasan tahun sempat menikmati masa kejayaan, yang antara lain ditandai dengan eranya Widi Widiana di tahun 90-an, diikuti dengan warna baru grup band yang mengusung lagu berbahasa Bali oleh lolot ‘n Band di tahun 2000-an, hingga masanya KIS dalam kurun lima tahun terakhir. Menarik kiranya melakukan semacam napak tilas lagu pop Bali tiga jaman tersebut.

Sejalan dengan pemikiran itu pula, menghadirkan satu pentas khusus untuk mengajak penggemar musik pop Bali “bernostalgia” menjadi satu hal menarik, selain mengingatkan kembali bagaimana musik pop Bali memiliki potensi luar biasa untuk dibanggakan, selain juga bisa memacu semangat pemusik di Bali untuk tetap berkarya meskipun dalam kondisi yang kurang menguntungkan.

Pemikiran itu pula yang mendorong Y&R MICE menggelar satu pertunjukan lagu pop Bali khusus bertajuk “Konser Lagu Bali 3 Jaman”. Konser digelar di panggung terbuka Ardha Candra, Taman Budaya, Denpasar, Sabtu 25 Oktober mendatang. Sesuai judulnya, konser yang dipersiapkan secara khusus ini akan menampilkan tiga bintang pop Bali dari tiga era yang berbeda, yakni solois Widi Widiana, dan dua grup band, Lolot, serta KIS.

“Berbeda dengan konser lain yang kebanyakan digelar secara gratis, kali ini konser kembali menggunakan tanda masuk atau tiket rata-rata seharga 50 ribu rupiah,” ujar Jappy, salah satu panitia.

Dijelaskan, konser yang akan berlangsung selama sekitar tiga jam ini dimaksudkan untuk menggiatkan kembali eksistensi lagu berbahasa Bali serta meningkatkan apresiasi masyarakat terhadap kehidupan seni budaya khususnya musik pop Bali.

Mengenai pengisi acara, tentu sudah tak asing lagi bagi penikmat lagu berbahasa Bali. Widi Widiana yang berasal Kuta ini pernah memberi warna tersendiri dan memunculkan semacam trend baru lagu pop berbahasa Bali dengan sentuhan nuansa musik mandarin. Penyanyi asal Legian, Kuta ini mengawali kariernya di Maharani Record awal 90-an, sebelum pindah ke Aneka Record, dan sempat pula merilis album sendiri. Widi Widiana dikenal dengan puluha hits seperti “Luh Mebaju Barak”, “Kasmaran”, “Sesapi Putih”, “Janji Bulan November”, “Kupu-kupu Nakal”, “Suksma Hyang Widhi”, “Sayang”, “Celeng Guling”, “Kesiab-kesiab”, “Dokar Tresna” dan “Gek Cantik”.

Nama Lolot mulai mencuat setelah merilis album pertama “Gumine Mangkin” di pertengahan 2003. Dengan menawarkan konsep musik yang disebut sebagai Bali Rock Alternatif, Lolot yang didukung Made Bawa (vocal & gitar), Deny (drum), Doni (gitar melody) dan Lanang (bass & backing vocal) menghasilkan sejumlah hits seperti “Tresna Memaksa”, “Arta Utama”, “Uliah Punyah”, “Dagang Kopi Jegeg”.

Sukses fenomenal Lolot sebagai pionir band yang merekam lagu berbahasa Bali, dibuktikan dengan angka penjualan album yang mencapai 75 ribu keping.  Sukses tersebut berlanjut di album kedua “Bali Rock Alternative” di tahun 2004, “Meong Garong” (2005), “Saling Caplok” (2006). Tahun 2007, Lolot n’ Band vakum, bahkan ada yang menyebut bubar. Hingga di tahun 2009, Lolot mencoba bersolo karier dan merilis album “Pejalan Idup”. Memasuki pertengahan 2014, Lolot n’ Band menyatakan diri untuk bangkit kembali dengan merilis album “Nyujuh Langit”.

Nama KIS muncul setelah Tu Krisna membuat proyek solo di luar grupnya Di Ubud. Siapa sangka KIS dengan mudah diterima penikmat lagu pop Bali sejak album pertamanya #1 (2010) yang menghasilkan hits seperti “Secret Lover”, “2501”, “Timpal Curhat”, “Dije Adi Jani” dan “Semangat Membara Berjiwa Pemenang”. Setahun berikutnya, muncul album “Jahat”, di mana Krisna juga menggandeng penyanyi wanita Tiari Bintang (istri musisi Bali, Lolot) untuk duet lagu “Sabar” yang menjadi hits di mana-mana. Terakhir di tahun  2013, KIS meluncurkan album ketiga dengan judul “Sakit Jiwa” dengan hits seperti “Ingat Kamu” dan “Jauh Panggang dari Api”. *231