Ada Sekuel “Tresna Memaksa” di Album Baru Lolot

Lolot2

Lolot N’ Band, dari kiri ke kanan: Donie Lesmana, Made Bawa (Lolot), dan Lanang

GRUP band lagu berbahasa Bali, Lolot N’ Band sudah siap meramaikan lagi blantika musik di Bali. Setelah vakum tujuh tahun hingga dianggap bubar, akhirnya pionir Bali rock alternative ini bergabung. Senin 28 Juli dipilih sebagai penanda bangkitnya kembali grup ini, dengan merilis album baru berjudul “Nyujuh Langit”. Mau tahu lagu andalannya? “Nyegut Jeriji”, begitu judul unggulan pertama yang sudah pula dibuatkan video klipnya. Yang menarik, lagu ini bisa dibilang sebagai “sekuel” dari hits pertama di awal pemunculan Lolot di tahun 2003, “Tresna Memaksa”.

Hal tersebut diungkapkan Made Bawa alias Lolot kepada awak  media di Sanur, Jumat (27/7). “Lagu Ngugut Jeriji bisa dikatakan kelanjutan, ada kaitannya dengan kisah di lagu Tresna Memaksa ,” ujar Made Bawa didampingi Donie Lesmana dan Lanang.

Pemunculan kembali Lolot N’ Band kali ini memang hanya bertiga, minus Denny Surya, drummer yang turut menjadi bagian sejara kebesaran nama grup ini di awal 2000-an. “Kami sepakat jalan bertiga saja dulu, mengingat saat ini Denny sendiri belum bisa bergabung karena kesibukan di grup lainnya,” ujar Donie sembari mengatakan untuk saat ini mereka memakai additional drummer..

Senada dengan itu, Lanang menegaskan, biarlah saat ini mereka betiga dahulu. “Bagaimanapun ‘kursi” drummer itu sudah menjadi bagian Denny. Jadi kami tidak akan menambah personel baru atau lain. Biarlah ‘kursi’ itu tetap ada, ya siapa tahu kelak Denny memungkinkan untuk gabung kembali, kami akan berempat lagi seperti dulu,” jelasnya.

Donie Lesmana menambahkan, apa yang dilakukannya bersama Lanang dan Made Bawa bukan dalam konsep reunim bukan iseng-iseng. Tetapi Lolot N’ Band memang bangkit untuk eksis lagi, dengan karya baru, manajemen baru, dan berkarya  dengan hati. Semua ini berawal dari ketertarikan seorang penggemar musik bernama Dedy, untuk memunculkan kembali gairah musik pop Bali, salah satunya dengan membangkitkan Lolot N’ Band. Kebetulan pemuda yang menjadi pengusaha rumah makan di Sanur ini kenal dengan Made Bawa. Jadilah, Made Bawa merampungkan belasan lagu barunya untuk direkam. Dalam prosesnya, Donie Lesmana dan Lanang tertarik untuk mengisi musik, dan setuju menghidupkan lagi Lolot N’ Band.

“Apa yang saya lakukan ini bukan karena perhitungan bisnis, tetapi semata-mata karena saya suka dengan lagu berbahasa Bali dan ingin meramaikan lagu musik di Bali,” jelas Dedy.

Album “Nyujuh Langit” akan diluncurkan secara resmi dalam satu pentas musik di Warung  Tengan Bet, Sanur, Senin (28/7) malam. Album ini sengaja memakai gambar tengkorak memakai udeng dengan bunga kamboja terselip di telinga, dan ada gigi emas pula. Menurut Made Bawa, sampul ini bermakna tekad personel Lolot N’ Band untuk berkarya hingga akhir hayat. Gigi emas secara simbolik sebagai harapan agar karya-karya mereka bisa tetap bisa dihargai dan selalu dikenang.

“Nyujuh Langit” yang dikemas dalam format CD audio, cukup royal dengan menggeber 14 lagu sekaligus, antara lain “Pesisir Kuta”, “De Bes Ruwet”, “Boya Kedasarin Tresna”, “Maplesiran”, “Ngulat Tresna”, “Sing Merasa Tua”, “Jegeg Bagus Bajang Bali,” dan ada pula lagu “Capung Gantung” yang sempat dirilis Lolot sebagai single beberapa waktu lalu. Turut mendukung album ini sejumlah musisi Bali seperti Hendra “Gecko”, Agung, Eddy “Tol Band Tol”, D’Fat yang mengisi drum, dan Gus Bim (keyboard). Tak ketinggalan Tiari, istri Made Bawa kembali mendukung album sang suami dengan menyanyikan lagu “Ngulat Tresna”.

“Konsep kami sederhana saja, kami paham saat ini sulit untuk mengandalkan penjualan album seperti dulu. Karena itu kami akan gunakan cara lain, misalnya kemana-mana kami akan selalu menyertakan album ini, saat main atau saat bertemu teman, kami akan bawa. Dengan harapan ya penggemar lagu pop Bali mau turut mendukung dengan membeli rekaman asli, bukan yang bajakan, juga bukan dengan mengirim lagu melalui HP, atau minta gratisan,” demikian Made Bawa. *adn

Lolot3

Sampul album terbaru Lolot N’ Band, “Nyujuh Langit”