Pertama Kali, Denpasar Sesion Gelar Pentas Reuni

DS2

Gusde dan Dewa Suwija, dua dari personel Denpasar Session

kali “pulang kampung”, musisi asal Bali yang bermukim di Manchester, Inggris, Dewa Suwija, diam-diam punya obsesi tersendiri. Terlebih rekan-rekannya di Inggris sana sering bertanya, “Apa yang kamu lakukan di Bali?” Satu ironi memang, di Manchester, Dewa Suwija sibuk mengisi waktu untuk main musik, justru pulang kampung ke Bali ia sama sekali tak menyentuh aktivitas musik.

Berawal dari sana, ia pun ingin berkiprah lagi di tanah kelahirannya. Keinginan ini seakan menemukan jalannya, setelah satu saat ia “didaulat” turut mengisi satu acara pentas musik amal untuk seorang gitaris muda Bali di Farabi beberapa waktu lalu. Hingga muncul gagasan untuk menggelar reuni grup Denpasar Session yang dibentuk Dewa Suwija bersama Gusde (IB Ramanuja) dan Gaguk di pengujung 90-an.

Jadilah, grup yang sempat menjadi bintang pentas musik di Denpasar dan sekitarnya di awal 90-an ini muncul lagi dalam satu pentas reuni untuk pertama kalinya, yang akan digelar di Mai Mai Bar & Restaurant, Bualu, Nusa Dua, Jumat (25/5) .

Kepada wartawan di Renon beberapa waktu lalu, Dewa Suwija mengatakan pentas reuni hanyalah awal, untuk kangen-kangenan, karena dorongan dari sejumlah pihak yang ingin “bernostalgia” melihat lagi penampilan Denpasar Session. “Kita lihat dulu gebrakan pertama ini. Apakah nanti akan berlanjut lagi Denpasar Session bangkit, kami belum berani memastikan. Yang jelas keinginan kea rah sana ada,” ujarnya.

Hal senada diungkapkan Gusde, yang sudah cukup lama tidak aktif di dunia musik. Ia pun sependapat dengan Dewa Suwija, setelah pernah berkecimpung cukup intens di dunia musik, ada keinginan mendokumentasikan apa yang sudah mereka perbuat ke dalam satu karya agar kelak ada yang dikenang atau setidaknya ditunjukkan ke generasi penerus.

Denpasar Session diproklamirkan 1988 ketika kiprah grup musik di Bali masih belum sesemarak saat ini. Mengisi berbagai pentas musik baik di kampus maupun umum, Denpasar  Session mendapat sambutan bagus dari penikmat musik. Terlebih dengan aksi panggung dan improvisasi personelnya, menjadikan grup ini punya ciri khas tersendiri. Sayang, setelah sekitar tiga tahun menyemarakkan musik di Bali, Denpasar Session harus tidur panjang setelah ditinggal Dewa Suwija untuk sekolah sekaligus berkiprah di Inggris.  Hingga 20 tahun berlalu, muncul keinginan memunculkan kembali kenangan akan salah satu grup yang pernah menjadi kebanggaan Bali ini.

Meskipun tidak memastikan apakah dalam waktu dekat akan pindah total ke Bali, Dewa Suwija mengatakan memang punya rencana ke depan untuk berkarya di Bali. “Terlebih lagi kalau mempertimbangkan masalah umur, juga berpikir masalah keluarga, ada keinginan untuk menetap di sini, tidak lagi kembali ke Inggris, hanya belum pasti kapan itu. Karena masih ada beberapa hal yang harus diselesaikan,” demikian Dewa Suwija. *adn