Inspctor Gadget Garap Proyek “Hadapi Harimu”

IG2

Inspctor Gadget, grup band indie Bali bawakan musik pop punk

SEMPAT vakum beberapa saat setelah ditinggalkan salah satu personel ke luar daerah, grup band indie Inspctor Gadget kini tampil kembali. Dengan formasi baru, grup yang membawakan musik pop punk ini makin bersemangat, bahkan langsung tancap gas untuk merampungkan proyek rekaman lagu baru, “Hadapi Harimu” dan “Mati Satu Tumbuh Seribu”.

Grup yang memulai kiprah bermusiknya sejak empat tahun silam ini, sekarang didukung formasi Ary “Poyok” (vokal), Wahyu (gitar melodi), Ade (gitar ritem), Hendra (bass), dan Agung (drum). Selain konsisten dengan warna pop punk sedari awal, mereka juga menggarap lagu sendiri dengan mengangkat tema kehidupan sehari-hari, juga motivasi untuk melangkah dalam menjalani hidup. Hingga saat ini, mereka sudah memiliki 10 lagu, sebagian di antaranya sudah pula direkam ke dalam mini album berjudul “Lompat Penuh Harapan”.

“Ini adalah formasi baru yang mudah-mudahan dapat turut mengangkat kualitas musik indie khususnya di Bali,” ujar Cheetos, manajer Inspctor Gadget yang selalu setia mendampingi kemana pun dan dimana pun band ini manggung maupun latihan.

Bercerita soal nama grup, Cheetos mengatakan memang terinspirasi tokoh Inspector Gadget yang komik dan filmnya digemari di seluruh dunia. Hanya karena di luar Bali sudah ada grup dengan nama yang sama persis, mereka pun sepakat untuk menghilangkan satu huruf sehingga menjadi Inspctor Gadget.

“Tokoh Inspector Gadegt kan memiliki banyak senjata ditubuhnya, yang bisa ia gunakan untuk melawan musuh-musuhnya. Nah, ini kami tuangkan ke dalam musik, kami ingin mempunyai band seperti karakter Inspector Gadget, di mana senjata kami adalah lirik lagu yang beragam untuk menarik minat penggemar musik khususnya khususnya musik indie di Bali,” jelas Cheetos.

Soal pilihan musik pop punk, dikatakan bukan karena ikut-ikutan, namun karena dalam penilain personel grup ini, pop punk adalah aliran yang posisinya ada di tengah-tengah aliran lainnya, tidak terlalu keras, juga pun tidak terlalu mellow.

Cheetos juga menaruh harapan agar grup ini tetap solid, tak ada perpecahan di antara personel, mengingat grup ini terbentuk bukan sekadar band namun juga sudah seperti keluarga sendiri. “Intinya, bagaimana pun masalah kita di bawah panggung, jangan sampai mempengaruhi kualitas bermusik di atas panggung,” harap Cheetos. *adn