Lagi, Nyanyian Dharma “Ngayah” ke India

NDI1

Nyanyian Dharma ketika tampil di Candi Brahu, Mojokerto, Jawa Timur, pertengahan Maret lalu

KELOMPOK Nyanyian Dharma kembali berkesempatan menembangkan lagu-lagu bernafaskan rohani di India. Untuk kedua kalinya, Nyanyian Dharma tampil dalam acara Songs of Dharma di Rishikesh, Uttarakand, India. Sekurangnya pendukung acara antara lain Dewa Budjana, Trie Utami, Gde Kurniawan, Ocha, Wicaksana dan lainnya akan tampil dua hingga dua kali, terutama di stage Parmath Niketan, Rishikesh dalam satu lawatan 20-25 April ini.

Kepada mybalimusic.com, Agung Bagus Mantra selaku inisiator sekaligus kepala rombongan menjelaskan, Nyanyian Dharma ngayah ke India berdasarkan inisiatif sendiri. “Sama dengan program Doa Pertiwi Nusantara yang sudah digelar di beberapa tempat, kami mencoba mengambil inisiatif sendiri dengan dana swadaya. Maunya format penuh, namun karena keterbatasan dana, mau tidak mau tim artis dan tim produksi musti dikurangi,” ujar gus Mantra sebelum bertolak ke India, Minggu (20/4) pagi.

Dikatakan pula, tidak ada agenda khusus dengan keberangkatan kali ini, hanya misi untuk simplen sekaligus tampil dan berdoa. Selain itu tentunya membuka dan membina jaringan serta mempromosikan peninggalan budaya Nusantara ke tingkat dunia. “Networking perlu mutlak, karena di stage inilah The Beatles melakukan treatment mereka untuk balance. Banyak pula artis besar seperti Sting treatment di ashram ini untuk yoga dan lainnya,” tambah Gus Mantra.

Nyanyian Dharma merupakan kelompok seniman yang menaruh perhatian terhadap isu global mengenai perdamaian, saling mengasihi, dan hidup harmonis di alam semesta. Mereka menciptakan lagu-lagu dengan akar konsep Hindu, dan berbagi dengan cinta dalam komposisi musik dunia universal. Nyanyian Dharma didukung oleh seniman profesional yang sudah berpengalaman, bergabung bersama dengan satu misi besar untuk berbagi hidup dalam damai dan harmonis kepada dunia.

Selain di dalam negeri, Nyanyian Dharma pernah mengisi sejumlah panggung pertunjukan di beberapa negara seperti India, Amerika¸ dan Eropa dengan menampilkan lagu-lagu dari Nyanyian Dharma sebagai komposisi alternatif dari Asia untuk yang berhasil menggabungkan beragam kekayaan komposisi musik dengan syair Dharma yang bermakna universal dan mendalam.

Adalah Dewa Budjana sebagai penggagas sekaligus pencipta utama komposisi untuk Nyanyian Dharma. Ia kembali ke Bali pada awal tahun 1989 setelah memiliki pengalaman mendalam dan merilis sejumlah album di industri musik nasional. Ia berbagi ide-ide konsep komposisi alternatif yang harmonis, dan direspons sangat baik oleh semua teman-teman di Bali untuk membuat Nyanyian Dharma. Semua berkomitmen saat itu adalah momentum yang tepat untuk memulai perjalanan Nyanyian Dharma.

Dengan semangat yadnya (berbagi dalam misi sosial), artis pendukung Nyanyian Dharma bersama-sama bergandengan tangan untuk menyajikan komposisi terbaik di industri musik dunia. Hingga saat ini Nyanyian Dharma telah merilis tiga album rekaman dalam format audio CD, dan 1 DVD Candi Prambanan Live in Concert. *adn